Berita Kabupaten Tegal
Banjir Mulai Surut, Akses Jalan Utama Desa Sidaharja Kab.Tegal Bisa Digunakan Lagi
Dari beberapa wilayah yang terdampak banjir, Desa Sidaharja menjadi salah satunya dengan ketinggian air mulai 30 cm sampai 1 meter
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pasca terendam air banjir pada Kamis (5/1/2023) kemarin, akses utama jalan Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal mulai bisa dilalui kendaraan baik sepeda motor, mobil, truk, sepeda dan lain-lain seperti biasanya, Jumat (6/1/2023).
Seperti yang diketahui, pada Kamis (5/1/2023) beberapa wilayah di Kabupaten Tegal terdampak banjir akibat intensitas hujan cukup tinggi dan dalam jangka waktu lama.
Dari beberapa wilayah yang terdampak banjir, Desa Sidaharja menjadi salah satunya dengan ketinggian air mulai 30 cm sampai 1 meter.
Semakin masuk ke dalam wilayah Desa, maka ketinggian air semakin tinggi dan masuk ke dalam rumah warga.
Saat Tribunjateng.com memantau lokasi pasca banjir, terlihat masyarakat sudah melakukan aktivitas seperti biasa.
Mulai bekerja, lalu lalang kendaraan terlihat, aktivitas di sawah, anak-anak kembali sekolah, termasuk melakukan bersih-bersih halaman rumah.
Jika dibandingkan banjir pada tahun sebelumnya, kondisi banjir kemarin memang tidak terlalu parah.
Hal itu bisa dilihat dari bekas banjir yang biasanya banyak bertebaran di sisi jalan, ataupun di halaman rumah warga, tapi untuk saat ini tidak terlalu banyak bahkan tidak terlihat warga yang sampai menyewa jasa penyiraman.
Meskipun tidak terlalu parah seperti tahun sebelumnya, salah satu warga Desa Sidaharja, Sopiah, mengaku lelah karena setiap tahun pasti terdampak banjir.
Apalagi bangunan depan rumahnya yang datar dan dibagian dalam juga menurun, sehingga ketika hujan deras dan jangka waktu lama, pasti air langsung masuk dan menggenangi bagian dalam rumahnya.
Perabotan rumah seperti lemari pakaian, lemari makan, kursi, kasur, meja makan tidak luput terkena air banjir.
Kondisi tersebut diperparah mengingat rumah milik janda dua anak ini bagian lantainya masih berbahan tanah, dan hanya sebagian yang sudah disemen atau dikeraskan.
Sehingga ketika banjir terjadi, Sopiah kelelahan karena harus membersihkan dengan tenaga ekstra.
"Pas kemarin itu air banjir masuk ke rumah saya sekitar pukul 02.00 WIB. Pas itu, saya, anak dan dua cucu sedang terlelap tidur. Kemudian anak saya terbangun dan menyadari rumah sudah kemasukan air. Ya kami akhirnya langsung menyelamatkan barang-barang terutama elektronik. Tinggi air yang masuk dibawah lutut orang dewasa," ungkap Sopiah, pada Tribunjateng.com, Jumat (6/1/2023).
Selalu terdampak banjir, Sopiah mengatakan ia dan sang anak berencana membuat semacam alat dari kayu yang nantinya diletakkan di depan pintu. Tujuannya supaya bisa menahan debit air banjir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Foto-kondisi-akses-jala-Suradadi-mat-612023.jpg)