Berita Video
Video Keren, Petani Sragen Budidayakan 8 Varietas Anggur Panen Perdana 200 Kilogram
Panen perdananya dilakukan dua pekan lalu atau Desember 2022 di kebun miliknya di Dukuh Tegalrejo, Desa Mojodoyong, Kecamatan Kedawung, Sragen.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Tim Video Editor
Buah anggur di kebunnya juga beraneka warna.
Ada yang berwarna merah, ungu, hijau, kuning dengan dominan rasa manis.
Semua memiliki keunggulan dan keistimewaan yang membedakan dari anggur-anggur pada umumnya.
Hal itu tak lepas dari metode grafting yang dia terapkan.
Yakni menggabungkan bibit anggur lokal sebagai tanaman bawah disambung batang anggur impor sebagai batang utama.
Baca juga: PPPK Guru di Sragen Berpeluang Jadi Kepala Sekolah, Wajib Miliki Dua Syarat Ini
Lebih lanjut, Eko menuturkan, budidaya anggur relatif mudah karena perlakuannya hampir sama dengan tanaman buah lainnya.
Buah anggur bisa dipanen setelah 7 sampai 8 bulan.
Kelebihan lainnya, buah anggur bisa diprogram kapan akan dibuatkan dan dipanen sesuai kondisi dan kebutuhan.
Prospek tanaman anggur ini dikatakan Eko menjanjikan.
Meskipun saat panen pertama belum mengembalikan modal awal untuk membuat green house, pupuk, hingga bibit.
Eko pun kembali mempersiapkan lahan di depan rumahnya untuk memperbanyak pohon anggur.
Tidak hanya untuk tanaman anggur, dirinya juga akan mengembangkan bibit.
Baca juga: PPPK Guru di Sragen Berpeluang Jadi Kepala Sekolah, Wajib Miliki Dua Syarat Ini
Dari kegigihannya ini, Eko dinobatkan sebagai Petani Milenial dari Kementerian Pertanian bersama 5 warga Kabupaten Sragen lainnya.
Dia didaftarkan dari pihak desa karena menjadi salah satu pelopor petani muda yang masih giat di bidang pertanian.
Pasalnya banyak anak muda yang meninggalkan pekerjaan tersebut.
Hal itu makin menguatkan motivasinya untuk memperluas ilmu budidayanya ke masyarakat sekitar.
Ia juga ingin menunjukkan bahwa petani pekerjaan yang mulia dan bisa ditekuni secara modern. (*)