Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Purworejo

Pengukuran Wadas Purworejo, Dulu Panas Kini Warga Bersenda-gurau dengan Petugas

Puluhan warga Desa Wadas yang dulu menolak keras kini justru ikhlas tanahnya diukur.

Penulis: hermawan Endra | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Hermawan Endra
Puluhan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo yang dulu menolak keras penambangan kini justru ikhlas tanahnya diukur, Selasa (10/1/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOREJO  - Puluhan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo yang dulu menolak keras penambangan kini justru ikhlas tanahnya diukur, Selasa (10/1/2023).

Pengukuran tahap ketiga ini merupakan tindaklanjut setelah eks Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa), Insin Sutrisno menyerahkan berkas 34 bidang ke BPN Kabupaten Purworejo, beberapa waktu.

Proses pengukuran terbagi empat tim, dengan masing-masing tim terdiri dari petugas ukur, Dinas Pertanian dan koordinator warga.

Dalam kondisi gerimis, warga antusias dan menunjukkan lahan miliknya untuk diukur. Situasi pengukuran berlangsung lancar dan kondusif. Bahkan, pemilik lahan tampak bersendau-gurau dengan petugas.

Salah seorang pemilik lahan, Abdus Solah mengatakan, pengukuran lahan kuweri kali ini terdiri dari 34 bidang. Proses pengukurannya pun melibatkan pemilik lahan secara langsung. 

Puluhan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo yang dulu menolak keras penambangan kini justru ikhlas tanahnya diukur, Selasa (10/1/2023).
Puluhan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo yang dulu menolak keras penambangan kini justru ikhlas tanahnya diukur, Selasa (10/1/2023). (Tribun Jateng/Hermawan Endra)

"Ini terdiri dari warga yang sudah menyerahkan berkas ke BPN, beberapa waktu lalu. Semua warga yang menyerahkan berkas ikut pengukuran, ikut menyaksikan," katanya.

Solah mengaku, ia dulu sangat getol dalam barisan kontra penambangan. Bahkan, ia kerap berdemonstrasi. Namun, kini ia telah ikhlas melapas lahannya untuk penambangan.

"Dulu menolak, demo ikut. Misinya dulu semua warga mengutuhkan satu desa. Ketika terjadi konflik sebagian tidak bertahan akhirnya ikut serta menyerahkan berkas," ucapnya.

Namun, Solah memastikan keputusan untuk menyerahkan tanahnya kepada pemerintah tidak ada unsur paksaan.

"Tidak ada paksaan. Iya, legowo," ungkapnya.

Wandar, warga Desa Wadas yang lain menambahkan  bahwa warga pemilik lahan antusias mengikuti proses pengukuran.

Puluhan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo yang dulu menolak keras penambangan kini justru ikhlas tanahnya diukur, Selasa (10/1/2023).
Puluhan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo yang dulu menolak keras penambangan kini justru ikhlas tanahnya diukur, Selasa (10/1/2023). (Tribun Jateng/Hermawan Endra)

"Iya, semoga lancar, meskipun mendung dan gerimis. Saya punya satu bidang, tapi nanti tergantung ukurnya, karena yang kena sebagian," tuturnya.

Sementara, Kepala BPN Kabupaten Purworejo, Andri Kristanto menuturkan, proses inventarisasi dan identifikasi bidang tanah sudah terlaksana dengan lancar. 

"Alhamdulillah sudah bisa terlaksana kegiatan inventarisasi dan identifikasi bidang tanah pengukuran dan penghitungan tanaman dari 34 bidang yang masuk ke kami yang dibawa Pak Insin Sutrisno," ujarnya.

Dari 34 berkas yang masuk, ungkap Andri, ada satu bidang lahan yang ternyata berada di luar penetapan lokasi. Sehingga saat ini, hanya 33 bidang yang terinventarisasi dan identifikasi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved