Berita Nasional
Arifki Sebut Megawati Persiapkan Trah Soekarno, Bukan Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo kemungkinan tidak masuk dalam skema capres yang dipersiapkan oleh Megawati Soekarnoputri di 2024.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menilik gelaran perayaan hari lahir (harlah) ke-50 PDI Perjuangan beberapa waktu lalu, nama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo cenderung redup. Hal itu disampaikan pengamat politik Arifki Chaniago.
Menurut dia, bukan tanpa alasan nama Ganjar Pranowo yang selalu masuk tiga besar di berbagai lembaga survei itu tidak disebut dalam pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic itupun menyebut alasan penting di balik redupnya Gubernur Jateng dua periode ini dalam harlah emas PDI Perjuangan.
Ia berujar, Ganjar Pranowo kemungkinan tidak masuk dalam skema capres yang dipersiapkan oleh Megawati Soekarnoputri di 2024.
Baca juga: Erick Thohir: Pak Ganjar dan Saya Insya Allah Selalu Seiring, Tapi Ojo Kesusu
Baca juga: Berkat Bantuan Ganjar, Jemisah Bisa Tidur Nyenyak dan Sangidah Punya Tempat Salat
Baca juga: Fakta-Fakta Ganjar di HUT ke-50 PDIP: Dari Tak Disebut Megawati hingga Diteriaki Presidenku
Baca juga: Megawati Instruksikan Kader Turun dan Bantu Rakyat, Ganjar: Siap Laksanakan
Sebab dalam pidato, Arifki melihat Megawati Soekarnoputri menyebut trah Soekarno, yakni Puan Maharani, dan juga memperkenalkan anak-anak Puan ke peserta harlah PDI Perjuangan.
Hal itu dilihat Arifki bagaimana Megawati Soekarnoputri tampak serius untuk memikirkan trah Soekarno sebagai capres dan cawapres di 2024, sekaligus mempersiapkan regenerasi kepemimpinan di internal PDI Perjuangan.
"Dengan membuka jalan untuk trah Soekarno, sinyal kepemimpinan PDIP selanjutnya bakal berlanjut ke anak-anaknya," kata Arifki, dalam keterangannya, Senin (16/1).
Alasan yang tidak kalah penting, Arifki menuturkan, keluarnya nama Ganjar Pranowo di kelompok-kelompok relawan politik dan beberapa partai politik menjadi masalah dalam skema organisasi PDI Perjuangan.
Hal itu berarti secara organisasi Ganjar Pranowo dinilai mendesak PDI Perjuangan dengan menggunakan relawan dan tangan partai lain agar mendeklarasikan dirinya sebagai capres.
“Pendekatan relawan yang mendesak PDIP agar mendeklarasikan Jokowi di tahun 2014 mungkin saja efektif, karena posisinya saat itu sebagai oposisi. Namun, saat ini posisi PDIP adalah partai penguasa," jelasnya.
"Seharusnya, siapa calon yang bakal diusung oleh PDIP tentu tidak terlalu masalah, karena PDIP punya infrastruktur politiknya. Sayangnya, munculnya Ganjar di PDIP tidak menjadi kejutan seperti yang terjadi di Jokowi, sehingga banyak yang menilai Ganjar meniru pola yang dilakukan oleh Jokowi,” paparnya. (Tribunnews/tribun jateng cetak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ketua-Umum-DPP-PDIP-Megawati-Soekarnoputri-saat-memberikan-pidato-Harlah-ke-50-PDIP.jpg)