Guru Berkarya
Tingkatkan Disiplin Belajar Siswa Melalui Keyakinan Kelas
Diharapkan dengan keyakinan kelas memudahkan guru dalam mengelola kelas, mengefektifkan pembelajaran serta menumbuhkan disiplin belajar siswa.
Tingkatkan Disiplin Belajar Siswa Melalui Keyakinan Kelas
Ari Wijiani, S. Pd.
Guru BK SMP Negeri 1 Mertoyudan
Disiplin dalam belajar merupakan hal yang sangat penting. Karena jika kedisiplinan belajar tersebut telah tertanam dalam diri siswa, maka ia akan berusaha untuk belajar secara teratur, kontinyu dan konsisten sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada sehingga akan tercapai sebuah prestasi dalam belajar. Dengan disiplin belajar maka dapat mewujudkan profil pelajar pancasila yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Namun demikian, disiplin belajar siswa SMP Negeri 1 Mertoyudan terutama kelas VII masih tergolong rendah.
Berdasarkan hasil studi awal yang dilakukan oleh penulis sebagai guru di sekolah tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen siswa kelas VII masih menunjukkan perilaku kurang disiplin belajar. Perilaku kurang disiplin belajar yang masih muncul seperti datang terlambat ke sekolah, menyontek ketika ulangan, tidak mengikuti pelajaran sekolah, tidak memakai seragam sesuai dengan aturan, tidak mendengarkan dan memperhatikan guru yang sedang mengajar, tidak mengerjakan PR atau tugas sesuai dengan waktu yang dijadwalkan, mengganggu proses belajar dan mengajar, tidak mau menjalankan sanksi sesuai dengan aturan sekolah yang dilanggar.
Guna mengatasi permasalahan tersebut, penulis menerapkan keyakinan kelas. Keyakinan kelas adalah sebuah keyakinan yang dibuat bersama semua anggota kelas yaitu guru dan siswa. Menurut Gossen (1998) suatu keyakinan akan lebih memotivasi seseorang dari dalam atau memotivasi secara intrinsik. Seseorang akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, daripada hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan. Keyakinan kelas dibuat berdasarkan keinginan seluruh siswa dalam mewujudkan kelas impiannya. Diperlukan adanya partisipasi penuh dari siswa dan pendapat siswa dalam pembuatan keyakinan kelas sehingga keyakinan kelas yang telah dibentuk dapat diterapkan oleh siswa.
Kegiatan yang guru lakukan adalah bertanya, bagaimana bentuk dan isi kegiatan dalam kelas yang siswa inginkan. Siswa diarahkan memunculkan usulan, ide, dan gagasan tentang bagaimana mewujudkan kelas nyaman, sekaligus disiplin. Keyakinan kelas harus disusun dengan jelas, mudah dipahami dan dapat langsung dilakukan. Oleh karena itu dalam menyusun keyakinan kelas harus menggunakan kalimat positif. Seperti saling menghormati, selalu masuk tepat waktu, selalu menjaga kebersihan. Kalimat positif lebih mudah dipahami dibandingkan kalimat negatif yang mengandung kata seperti dilarang atau tidak. Keyakinan kelas dapat diperbaiki dan dikembangkan berkala. Untuk mempermudah, keyakinan kelas ditulis, digambar atau disusun dengan rapi.
Agar keyakinan kelas dapat berjalan konsisten maka guru senantiasa mengingatkan siswa jika ada diantara mereka yang melanggar keyakinan kelas yang telah dibuat. Jika ada siswa yang melanggar maka pendisiplinan yang diberikan adalah dengan memberikan konsekuensi yang telah disepakati bersama. Konsekuensi sangat jauh berbeda dengan hukuman. Konsekuensi sifatnya lebih positif dan datang dari kesepakatan bersama.
Berdasarkan paparan di atas, guru dapat mengimplementasikan keyakinan kelas guna meningkatkan disiplin belajar siswa. Disiplin belajar yang muncul dari dalam diri siswa. Bukan paksaan dalam bentuk aturan dan sanksi tetapi motivasi intrinsik yang muncul karena adanya suatu keyakinan terhadap suatu nilai. Diharapkan dengan keyakinan kelas memudahkan guru dalam mengelola kelas, mengefektifkan pembelajaran serta menumbuhkan disiplin belajar siswa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ari-Wijiani-S-Pd.jpg)