Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Harapan dan Tantangan Hevearita G Rahayu Jadi Wali Kota Semarang

Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu atau Mbak Ita rencana bakal dilantik Senin (30/1/2023). 

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu atau Mbak Ita rencana bakal dilantik Senin (30/1/2023). 

Banyak harapan disematkan kepadanya, apalagi ia menjadi sosok perempuan pertama yang menduduki orang nomor satu di kota lunpia.

Pendamping Semarang Penyandang Cacat Kepedulian (Semar Cakep) , Fita Maryunani mengatakan, kepemimpinan Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu atau Mbak Ita menjadi kesempatan untuk pemenuhan hak-hak perempuan terpenuhi demi Semarang lebih hebat lagi.

"Sudah saatnya pemimpin itu perempuan dan harapan semua tentang perempuan dapat terealisasikan," terangnya kepada Tribun Jateng, Sabtu (28/1/2023).

Di bawah kepemimpinan Mbak Ita, para perempuan harus sinergi bersama dalam mengawal program  pembangunan khususnya berkaitan dengan kelompok rentan lainnya selain perempuan seperti lansia  disabilitas, dan lainnya.

"Program tersebut memang harus diselesaikan  terkait pembanguan  di kota sehingga aksesibilitas bagi kelompok rentan dapat diperjuangkan," bebernya.

Ia berharap, kota semarang bisa menjadi lebih hebat semua program dapat terealisasikan hingga dapat dirasakan manfaatnya oleh  para kelompok rentan.

"Supaya tidak ada lagi hambatan-hambatan bagi kelompok rentan untuk mengakses segala program pemerintahan," jelasnya.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Semarang, Laili N Linda Fatmawati mengatakan, Mbak Ita ketika mengemban menjadi orang nomor satu di kota lunpia hendaknya mau menerima kritik dan saran secara langsung tanpa  lewat ajudan maupun perwakilan.

Terutama terkait keluhan para disabilitas sehingga mampu mengakomodir kebutuhan dan hak Disabilitas.

"Terutama lima hak dasar disabilitas seperti hak kesehatan, ekonomi dan lainnya, kami tahu itu butuh proses  tapi yang penting dijalankan," ucapnya.

Selain itu, ia berharap nantinya ada pejabat politik dari kalangan disabilitas duduk di Pemerintah.

"Bukan politikus yang mewakili disabilitas tapi orang disabilitas yang seharusnya duduk di pemerintahan karena tentu akan lebih memahami kami," terangnya. 

Suara pedagang 

Pedagang penyet Semarang, Bekti mengaku, siapapun pemimpinnya harus mampu menjaga stabilitas harga pokok.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved