Berita Semarang
Harapan dan Tantangan Hevearita G Rahayu Jadi Wali Kota Semarang
Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu atau Mbak Ita rencana bakal dilantik Senin (30/1/2023).
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu atau Mbak Ita rencana bakal dilantik Senin (30/1/2023).
Banyak harapan disematkan kepadanya, apalagi ia menjadi sosok perempuan pertama yang menduduki orang nomor satu di kota lunpia.
Pendamping Semarang Penyandang Cacat Kepedulian (Semar Cakep) , Fita Maryunani mengatakan, kepemimpinan Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu atau Mbak Ita menjadi kesempatan untuk pemenuhan hak-hak perempuan terpenuhi demi Semarang lebih hebat lagi.
"Sudah saatnya pemimpin itu perempuan dan harapan semua tentang perempuan dapat terealisasikan," terangnya kepada Tribun Jateng, Sabtu (28/1/2023).
Di bawah kepemimpinan Mbak Ita, para perempuan harus sinergi bersama dalam mengawal program pembangunan khususnya berkaitan dengan kelompok rentan lainnya selain perempuan seperti lansia disabilitas, dan lainnya.
"Program tersebut memang harus diselesaikan terkait pembanguan di kota sehingga aksesibilitas bagi kelompok rentan dapat diperjuangkan," bebernya.
Ia berharap, kota semarang bisa menjadi lebih hebat semua program dapat terealisasikan hingga dapat dirasakan manfaatnya oleh para kelompok rentan.
"Supaya tidak ada lagi hambatan-hambatan bagi kelompok rentan untuk mengakses segala program pemerintahan," jelasnya.
Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Semarang, Laili N Linda Fatmawati mengatakan, Mbak Ita ketika mengemban menjadi orang nomor satu di kota lunpia hendaknya mau menerima kritik dan saran secara langsung tanpa lewat ajudan maupun perwakilan.
Terutama terkait keluhan para disabilitas sehingga mampu mengakomodir kebutuhan dan hak Disabilitas.
"Terutama lima hak dasar disabilitas seperti hak kesehatan, ekonomi dan lainnya, kami tahu itu butuh proses tapi yang penting dijalankan," ucapnya.
Selain itu, ia berharap nantinya ada pejabat politik dari kalangan disabilitas duduk di Pemerintah.
"Bukan politikus yang mewakili disabilitas tapi orang disabilitas yang seharusnya duduk di pemerintahan karena tentu akan lebih memahami kami," terangnya.
Suara pedagang
Pedagang penyet Semarang, Bekti mengaku, siapapun pemimpinnya harus mampu menjaga stabilitas harga pokok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mbak-ita-walkot-semarang.jpg)