Berita Semarang
Kampung Melayu, Pemukiman Multi Etnis Pertama di Kota Semarang
Kampung Melayu Kota Semarang merupakan pemukiman kuno. Kampung Melayu sudah ada sejak awal abad 18.
Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
Ia menyebutkan, bangunan di Kampung Melayu punya karakteristik tersendiri, seperti halnya bangunan khas Tionghoa hingga masyarakat Banjar.
"Misalnya atap wulungan yang menjadi ciri khas bangunan Tionghoa. Kalau bangunan rumah Banjar berupa rumah kayu sudah hilang sejak 1980 an," tuturnya.
Ditambahkannya, ciri khas lainnya yang menjadikan Kampung Melayu sebagai kampung asli di Kota Semarang adalah lengkong atau jalan kecil.
Hingga kini masih tersisa beberapa Lengkong di Kampung Melayu, seperti Lengkong Kambing, Sabun hingga Sop.
Menurutnya lengkong tersebut dulunya terhubung ke sungai khusunya Kali Cilik. Lantaran masyarakat di Kampung Melayu tak bisa dipisahkan dari perahu.
"Setelah di restorasi oleh Pemkot Semarang Kampung Melayu jadi lebih baik. Namun, bangunan asli yang masih tersisa kemungkinan tinggal 30 persen," terangnya. (*)
Baca juga: Hasil Babak II Skor 1-2 Madura United Vs Persis Solo Liga 1, Alfath Fathier Balikkan Kedudukan
Baca juga: Festival Durian di Bendungan Gondang Karanganyar Diserbu Pengunjung, Harga Mulai Rp 30 Ribuan
Baca juga: Mendekati Pemilu 2024, Dua Ketua Umum Parpol Bertemu Gibran di Loji Gandrung
Baca juga: Mahasiswa Umku Raih Penghargaan Tingkat Nasional Berbasis Aplikasi Peminjaman Syariah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kampong-Melajoe-te-Semarang.jpg)