Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Rias Khas Kota Pekalongan Bernama Srimpi Pesisiran Resmi Dipantenkan HARPI

Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kota Pekalongan, mematenkan tata rias khas kota Pekalongan yaitu Srimpi Pesisiran.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
Dok Kominfo Kota Pekalongan
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan Inggit Soraya saat menghadiri acara rekontruksi sekaligus mematenkan tata rias khas kota Pekalongan yaitu Srimpi Pesisiran, di Gedung HA Djunaid. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN -Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kota Pekalongan, menggelar rekontruksi sekaligus mematenkan tata rias khas kota Pekalongan yaitu Srimpi Pesisiran, di Gedung HA Djunaid.

Inovasi ini, mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan Inggit Soraya.

"Alhamdulillah kota Pekalongan sudah mendapat ciri khas yang berbeda dari kota/kabupaten lain, karena Pekalongan daerah pesisir jadi dinamakan Srimpi Pesisir, tentu tata rias ini sudah dirunut dari referensi zaman dulu," ujar Inggit, saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (12/2/2023).

Baca juga: Disdikbud Kota Tegal Bersama LKP Sekar Buka Pelatihan Rias Pengantin Gratis, Ini Syaratnya

Inggit berpesan kepada perias atau MUA yang baru terjun untuk tetap menghormati dan selalu melibatkan perias senior, agar ciri khas riasan terdahulu tetap terjaga meskipun dimodifikasi dengan riasan modern. 

Sementara itu, Ketua Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia Melati Kota Pekalongan, Rizana mengungkapkan di kota Pekalongan terdapat satu bentuk tata rias pengantin yang mungkin selama ini hanya disaksikan lewat media sosial ataupun foto.

"Sehingga, pada kesempatan ini dengan menggandeng budayawan, akan dikupas dan dibedah lebih detail bagaimana arti dalam riasan tersebut," katanya.

Baca juga: Tetap Cetar Tanpa Bulu Mata & Kerik Alis, Yuk Belajar Rias Pengantin Syari di Banyumas Wedding Fair

Ia juga berharap dengan adanya pertemuan ini, bisa menjadi wadah untuk menyamakan persepsi tata rias pengantin untuk memodifikasi atau menginovasi sebuah riasan, perlu belajar bagaimana supaya merias tidak asal-asalan. 

"Jadi disini kita komitmen bareng, bahwa memang dalam tata rias pengantin ada bagian yang perlu dirubah dan ada yang tidak berubah. oleh karena itu, kami mengajak perias atau MUA untuk selalu belajar menjadi akhli rias pengantin dan tata uparacara adatnya," imbuhnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved