Sabtu, 23 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Pembelajaran Report Text

Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran

Tayang:
Editor: galih permadi
IST
Lindha Hervenik, S.Pd., Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Teras, Kec. Teras, Kab. Boyolali 

Oleh: Lindha Hervenik, S.Pd., Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Teras, Kec. Teras, Kab. Boyolali

Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan belajar yang menyangkut sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistem pendukung (Joice&Wells).

Discovery learning ialah rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku.

Psikolog Jerome Bruner tahun 1961 menemukan konsep metode pembelajaran yang dikenal dengan model discovery learning. Temuannya menunjukkan bahwa metode discovery learning memiliki tujuan agar siswa dalam proses belajar mampu mendapatkan pengetahuan baru secara mandiri. Meski metode belajar dan hasil belajar ini meningkatkan kemampuan mandiri pada peserta, situasi belajar dan kondisi belajar discovery learning tetap tak lepas dari bantuan instruktur dalam membantu dan membimbing pesertanya.

Discovery learning memiliki keunggulan yang bisa dimaksimalkan dalam pembelajaran. Adapun kelebihan dari model discovery learning di antaranya: Mendorong partisipasi aktif dan motivasi peserta, pembelajaran sesuai dengan kapasitas dan kecepatan peserta didik, mengedepankan kemandirian dan kreativitas peserta, serta menekankan pembelajaran pada proses, bukan hasil.

Pada pembelajaran Bahasa Inggris di kelas IX  SMP Negeri 3 Teras, Kecamatan Teras ini, siswa diharapkan dapat membandingkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks information report lisan dan tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait mata pelajaran lain di Kelas IX, pendek dan sederhana, sesuai dengan konteks penggunaannya.

Agar pembelajaran discovery learning  dapat terlaksana dengan baik, guru  mengenalkan  sebuah  teks  factual  report  berjudul “Buffalo” dengan  cara  membagikan  teks , peserta  didik  membaca  dan  mencatat  kata-kata  baru  untuk  ditanyakan  maknanya. Guru  membagikan  LK (Worksheet) berisi  teks  rumpang  beserta  pilihan  jawabannya, di mana peserta  didik  harus melengkapi teks  tersebut  dengan  cara  memilih  kata  yang  sudah  disediakan. Peserta  didik mengecek jawaban  dengan  kunci yang  diberikan  guru  setelah peserta  didik  selesai  mengerjakan LK.

Dengan menggunakan  teks  yang sudah  dilengkapi  sebelumnya,  peserta  didik diminta  menggaris  bawahi  semua  kata  kerja  yang  terdapat  dalam  teks  “Buffalo”  tersebut. Kemudian peserta didik menentukan ide pokok dan menentukan informasi rinci  teks dengan cara menjawab  pertanyaan pilihan ganda.

Dalam pembelajaran discovery learning ini, guru menciptakan suasana yang mendorong siswa untuk menyelidiki sendiri, menemukan dan membangun pengalaman dan pengetahuan, menggunakan intuisi, imajinasi, dan kreativitas, dan mencari informasi baru untuk menemukan fakta, korelasi, dan kebenaran baru. Belajar tidak sama dengan menyerap apa yang dikatakan atau dibaca, tetapi secara aktif dalam belajar mencari jawaban dan solusi sendiri.

Dari hasil proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat menentukan ide pokok paragraf dengan topik-topik yang berbeda dengan benar dan menentukan informasi rinci pada masing-masing paragraf dengan topik yang berbeda dengan tepat.

Pembelajaran menjadi lebih menarik dan siswa bersemangat. Dengan Model Pembelajaran Discovery Learning, siswa dapat belajar secara mandiri, peserta didik berkesempatan dalam melatih kemampuan bernalarnya.

Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Discovery Learning, siswa memiliki motivasi yang tinggi karena memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan eksperimen dan menemukan sesuatu untuk diri mereka sendiri, dalam pembelajaran di kelaspun menjadi lebih bermakna.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved