Wonosobo Hebat

Kampanye Aksi Bergizi, Siapkan Generasi Sehat Wonosobo untuk Masa Depan 

Imah Masitoh
Ratusan siswa Mts Negeri 1 Wonosobo mengikuti kegiatan Kampanye Aksi Bergizi di halaman sekolah, Jumat (17/02/2023).  

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus berkomitmen menyelesaikan permasalahan berkaitan stunting yang masih cukup tinggi.
 
Meski mengalami penurunan yang signifikan, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia, angka prevalensi stunting Wonosobo tahun 2022 turun menjadi 22,7 dari 28,1 di tahun 2021. 

Hal ini tentu masih perlunya tindakan kembali untuk mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat yakni tahun 2024 stunting di angka 14 persen.

Melalui Kampanye Aksi Bergizi, Pemkab Wonosobo mulai memperhatikan anak-anak sekolah untuk mendapatkan asupan yang sehat dan seimbang. 

Kampanye Aksi Bergizi akan berlangsung di tiap-tiap sekolah di Wonosobo. Hari ini kegiatan berlangsung di Mts N 1 Wonosobo, Jumat (17/02/2023). 

Mohamad Riyatno selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonosobo mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya menyiapkan generasi sehat untuk masa depan. 

"Ini adalah salah satu upaya yang harus kita siapkan kepada generasi yang akan datang. Mereka adalah calon orang tua, kita upayakan agar mereka betul-betul siap baik fisik luar, organ reproduksinya, juga kecukupan gizinya," ucapnya. 

Kampanye Aksi Bergizi menjadi gerakan aksi sehat dengan mulai sarapan bersama, senam sehat, hingga minum obat penambah darah. 

Status anemia pada remaja perempuan juga menjadi perhatian. Pasalnya cukup banyak remaja yang terkena anemia.

"Kita pantau 50 persen lebih anak-anak sekolah khususnya perempuan terpantau anemis di tahun lalu. Kita tidak ingin terjadi terus," ucapnya

Karenanya kondisi anemia akan mempengaruhi kesiapan remaja perempuan menjadi orang tua yang akan melahirkan generasi yang baik akan terkendala nantinya. 

Melalui kegiatan ini, remaja perempuan akan diberikan tablet darah secara rutin dengan harapan mencegah anemia atau kekurangan sel darah merah. 

Ratusan siswa Mts Negeri 1 Wonosobo mengikuti kegiatan Kampanye Aksi Bergizi di halaman sekolah, Jumat (17/02/2023). 
Ratusan siswa Mts Negeri 1 Wonosobo mengikuti kegiatan Kampanye Aksi Bergizi di halaman sekolah, Jumat (17/02/2023).  (Imah Masitoh)

"Kita upayakan generasi saat ini yang menjadi orang tua nanti siap ke depannya untuk melahirkan generasi-generasi emas menuju Indonesia emas 2045," imbuhnya.
 
Dengan menyiapkan generasi yang sehat, diharapkan akan turut melahirkan penerus yang sehat pula. Sehingga akan mengurangi bayi lahir stunting. 

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengajak semua pihak untuk bersinergi melaksanakan dan mensinergikan Kampanye Aksi Bergizi ini di semua sekolah.

Hal ini guna mendukung upaya bersama mewujudkan Wonosobo Bebas Anemia menuju Zero Stunting Tahun 2024. 

"Kolaborasikan program ini dengan program lain seperti Jumat Berseri (Bersama Sehatkan Remaja Putri) dan sejenisnya, guna mengoptimalkan edukasi dan advokasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan stunting," tuturnya. 

Bupati Afif meminta sekolah terus berkoordinasi dengan Puskesmas pembina, dalam mengimplementasikan program Aksi Bergizi dengan mewujudkan sekolah dan madrasah sehat. 

"Penting bagi institusi pendidikan untuk ikut serta menyukseskan program pencegahan stunting, sebagai basis edukasi masyarakat, sehingga kesadaran masyarakat akan bahaya stunting beserta upaya pencegahan yang dilakukan dapat terus meningkat," imbaunya. (ima)

Baca juga: Video Momen Haru Tiga Napiter Perempuan Jaringan JAD Bacakan Ikrar Setia NKRI

Baca juga: Pojok Mastama Tambah Daya Tarik Wisata di Kota Lama Banyumas

Baca juga: Update Banjir di Solo, 21.846 Jiwa Terdampak, 4.440 Mengungsi

Baca juga: Jangan Lewatkan, Kirab Pusaka Hari Jadi ke-452 Banyumas Digelar Minggu