Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Setelah Bunuh Sopir Taksi Online, Bripda HS Densus 88 Sempat Masuk Masjid dan Mengaku Dirampok

Setelah berhasil kabur, pelaku disebut masuk ke masjid dan membersihkan cipratan darah di wajah serta pakaiannya di toilet masjid.

KOMPAS.com/M Chaerul Halim
Proses evakuasi pengemudi taksi online yang ditemukan tewas dengan luka sayatan di tubuhnya di Jalan Nusantara, RT 006 RW 015, Perumahan Bukit Cengkeh 1, Tugu, Cimanggis, Depok pada Senin (23/1/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Anggota Densus 88 membunuh seorang sopir taksi online di Depok.

Rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut digelar di Mapolda Metro Jaya, Kamis (16/2/2023).

Sejumlah fakta baru pun terungkap.

Baca juga: Fakta Baru Anggota Densus 88 Antiteror Polri, Bripda HS Punya Utang Mencapai Rp 900 Juta

Di antaranya terkait fakta bagaimana pelaku, Bripda Haris Sitanggang, bisa kabur usai melakukan pembunuhan sadis terhadap Sony Rizal Taihitu (56).

Diketahui bahwa sebelum Sony ditemukan bersimbah darah di samping mobilnya di Perumahan Bukit Cengkeh di Depok, sang sopir sempat membunyikan klakson berkali-kali.

Bripda Haris Sitanggang saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan sopir taksi
Anggota Densus 88 Anti Teror Polri, Bripda Haris Sitanggang saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan sopir taksi online di halaman Polda Metro Jaya, Kamis (16/2/2023).

“Hal tersebut membuat tersangka panik dan berlari keluar Perumahan Bukit Cengkeh hingga tiba di persimpangan Halte Mako Brimob,” ujar penyidik yang memimpin rekonstruksi.

Pelaku masuk ke masjid

Setelah berhasil kabur, pelaku disebut masuk ke masjid dan membersihkan cipratan darah di wajah serta pakaiannya di toilet masjid.

Setelah merasa aman, Haris menaiki angkot menuju Terminal Kampung Rambutan.

Setibanya di terminal, Haris mendatangi salah satu warung dan mengaku kepada pemiliknya bahwa dia baru saja menjadi korban perampokan.

Pemilik warung yang iba pun akhirnya memberi Haris baju ganti dan uang Rp 20.000.

"Uang tersebut kemudian tersangka gunakan untuk ongkos angkutan ke Bekasi," kata penyidik.

 
Proses penangkapan

Haris ditangkap di kawasan Puri Persada, Desa Sendang Mulya, Bekasi, oleh tim Densus 88 yang dibentuk khusus untuk pengejaran.

Haris kemudian dibawa dan diserahkan kepada penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved