Berita Semarang
Buku Berjudul 'Tetanggaku Orang Indonesia' Sukses Antarkan Emmanuel Lemaire Berkeliling Nusantara
Emmanuel Lemaire, komikus dan ilustrator asal Prancis memperkenalkan bukunya yang berjudul 'Tetanggaku Orang Indonesia' di Kota Semarang.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Emmanuel Lemaire, komikus dan ilustrator asal Prancis memperkenalkan bukunya yang berjudul 'Tetanggaku Orang Indonesia' di Kota Semarang.
Kegiatan tersebut diadakan di Kotta Hotel Semarang pada Minggu (19/2/2023) hingga Senin (20/2/2023).
Tak hanya memperkenalkan bukunya, Lemaire juga mengadakan pameran karya, diskusi proses pembuatan cerita dalam komik yang berjudul asli 'Ma Voisine est Indonesienne'.
Baca juga: Komik Tingkatkan Motivasi Belajar Teks Procedure
"Komik ini bercerita tentang Indonesia secara umum dari cerita tetangga saya seorang perempuan yang saya sebut Madame Hibou. Madame Hibou merupakan seorang wanita asal Indonesia yang menjadi tetangga saya dan bercerita tentang Indonesia pada saya," ungkapnya dalam Bahasa Prancis yang diterjemahkan oleh Neli Purwani.
Lemaire didampingi oleh penerjemah Neli Purwani menyampaikan ringkasan komik tersebut yang bercerita tentang kisah persahabatan Madame Hibou, tetangganya yang berasal dari Indonesia.
Madame yang berarti ibu dan Hibou merupakan ibu, sehingga Madame Hibou merupakan ibu-ibu.
Madame Hibou bercerita tentang Indonesia yang sepanjang pengetahuan Lemaire hanya tentang orangutan, Papua, dan Bali.
Tak hanya bercerita tentang komik, Lemaire juga menyampaikan, di Prancis terdapat 300 judul komik yang lahir setiap pekan.
Banyak percetakan buku dan bazar komik setiap akhir pekan juga dan komik menjadi industri besar di Prancis.
"Namun industri ini tidak berkorelasi dengan penghasilan, jadi untuk bertahan hidup, komikus juga pasti memiliki pekerjaan sampingan," tambah Lemaire.
Baca juga: Iming-iming Nilai A dan Bebas UAS Unika, Lady Raih Juara 3 Lomba Komik Strip Festival Kreatif PPATK
Ia berpesan dalam lokakarya bahwa menggambar komik harus senang dan bahagia, jangan terikat dengan kaidah, namun juga harus bisa beradaptasi dengan berbagai bentuk.
Secara teknis ia berpesan dalam menggambar komik tidak perlu membuat banyak panel, namun yang terpenting cerita harus bisa dipahami pembaca.
Menariknya, Lemaire belum pernah ke Indonesia, dan pada momen kali pertamanya ke Indonesia, ia langsung mengunjungi 8 kota.
Ke delapan kota tersebut ialah Jakarta, Medan, Bandung, Yogyakarta Semarang, Surabaya, Bali, dan Makassar dalam rentang waktu 2 bulan.
Selain pameran karya, diskusi komik, ia juga membuat lokakarya membuat komik strip dari sebuah skenario yang terbuka untuk umum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Emmanuel-Lemaire-komikus-dan-ilustrator-asal-Prancis.jpg)