Guru Berkarya
Belajar Qur'an Melalui Pembelajaran Practice-Rehearsal Pairs
Pembelajaran merupakan proses interaksi baik secara langsung maupun tidak langsung.
Oleh: Erny Kusmiyati, S.Pd.I., Guru PABP SD Negeri Pepedan, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang
Pembelajaran merupakan proses interaksi baik secara langsung maupun tidak langsung. Pembelajaran secara langsung yaitu melalui tatap muka. Dan pembelajaran secara tidak langsung yaitu melalui berbagai media. Guru yang mengajar merupakan penyebab utama bagi terjadinya proses proses belajar siswa meskipun tidak setiap perbuatan belajar siswa merupakan akibat guru mengajar. Oleh sebab itu, guru sebagai figuresentral harus mampu menetapkan strategi atau metode pembelajaran yang tepat sehingga dapat mendorong terjadinya perbuatan belajar siswa yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Pendidikan menjadi pedoman bagi seluruh kegiatan dalam sistem pendidikan. Tujuan pendidikan islam yaitu berkepribadian Islam, menguasai pemahaman Islam, menguasai ilmu kehidupan yang memadai. Maka peran guru sangat menentukan dalam menciptakan peserta didik yang memiliki kepribadian Islam, menguasai pemahaman Islam, dan menguasai ilmu kehidupan yang memadai (Al Azhar Press,2011:65).
Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah mata pelajaran yang mengajarkan tentang tuntunan hidup yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama. Pembelajaran PAI sangat kompleks karena mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia. Selama ini metode pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran PAI masih didominasi oleh metode ceramah karena dianggap paling sederhana dan mudah dalam menyampaikan informasi. Namun jika diterapkan pada anak seusia Sekolah Dasar, sering kali membuat bosan siswa.
Pendidikan Agama Islam (Qur’an Hadits) dimaksudkan untuk meningkatkan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Pembelajaran Qur’an Hadits dikatakan efektif apabila pembelajaran yang dilakukan membawa peserta didik dalam situasi belajar sehingga ada perubahan perilaku positif pada diri peserta didik setelah melalui kegiatan belajarnya.
Oleh karena itu, Guru PABP SD Negeri Pepedan, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang menerapkan model pembelajaran Practice-Rehearsal Pairs. Model pembelajaran Practice-Rehearsal Pairs (latihan praktek berpasangan) merupakan model pembelajaran dengan menekankan kerja sama antar peserta didik. Dalam pembelajaran Practice-Rehearsal Pairs (latihan praktek berpasangan) terdapat penghargaan kelompok sesuai dengan kriteria yang didapatkan. Pembelajaran ini dilaksanakan secara kelompok kecil untuk mempelajari isi kandungan pelajaran dengan berbagai kepandaian social. Keberhasilan kelompok bergantung kepada pembelajaran individu yang ada di suatu kelompok.
Practice-Rehearsal Pairs dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut, pertama, pilih salah satu keterampilan yang akan dipelajari oleh peserta didik. Kedua, bentuklah pasangan-pasangan. Dalam pasangan, bentuk dua peran yaitu penjelas atau pendemonstrasi dan pemerhati. Bentuklah, orang yang bertugas sebagai penjelas atau mendemonstrasikan cara mengerjakan keterampilan yang telah ditentukan, pemerhati bertugas mengamati dan menilai penjelasan atau demonstrasi yang dilakukan temannya. Keempat, pasangan bertukar peran. Demonstrator kedua diberi peran yang lain. Kelima, proses diteruskan sampai semua keterampilan atau prosedur dapat dikuasai.
Dengan menerapkan model pembelajaran Practice-Rehearsal Pairs, dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan peserta didik dalam belajar Qur’an.
tribunjateng.com
Peningkatan Motorik Kasar melalui Metode Demonstrasi |
![]() |
---|
Metode Bercerita Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab Anak |
![]() |
---|
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Metode Eksperimen Berbasis Lingkungan |
![]() |
---|
Project Based Learning Strategi Meningkatkan Kreativitas Anak |
![]() |
---|
Peningkatan Budi Pekerti Anak melalui Metode Bercerita |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.