Guru Berkarya
Menjalin Kerja Sama dengan Orang tua di Era Kurikulum Merdeka
Kerja sama adalah bentuk usaha bersama antara individu ataupun kelompok demi mencapai tujuan yang diinginkan.
Oleh: Inda Risnani, S.Pd., Kepala SD Negeri 2 Pandanharum, Kec. Gabus, Kab. Grobogand
Kerja sama adalah bentuk usaha bersama antara individu ataupun kelompok demi mencapai tujuan yang diinginkan. Kerja sama dapat tercipta apabila setiap individu tersebut akan saling bahu-membahu. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa kerja sama adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dan sebagainya) untuk mencapai tujuan bersama.kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dan sebagainya) untuk mencapai tujuan bersama.
Kerja sama merupakan salah satu fitrah manusia sebagai mahluk sosial. Kerja sama memiliki dimensi yang sangat luas dalam kehidupan manusia, baik terkait tujuan positif maupun negatif. Dalam hal apa, bagaimana, kapan dan di mana seseorang harus bekerja sama dengan orang lain tergantung pada kompleksitas dan tingkat kemajuan peradaban orang tersebut. Semakin modern seseorang, maka ia akan semakin banyak bekerja sama dengan orang lain.
Sekolah sebagai sebuah oganisasi yang di dalamnya terdapat struktur organisasi, mulai kepala sekolah, wakil kepala, dewan guru, staf, komite sekolah, dan siswa. Di sekolah terdapat kurikulum dan pembelajaran, biaya, sarana, dan hal-hal lain yang harus direncanakan, dilaksankan, dipimpin, dan diawasi, yang kesemuanya itu bermuara pada hubungan kerja sama atau human relation.
Sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah dituntut untuk selalu mengembangkan hubungan kerja sama yang harmonis antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat. Hubungan yang harmonis ini akan membentuk saling pengertian antara sekolah dengan orang tua, masyarakat dan lembaga-lembaga lain dalam usaha mencapai tujuan pendidikan di sekolah.
SD Negeri 2 Pandanharum pada tahun pelajaran 2022/2023 untuk pertama kalinya melaksanakan pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka. Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Berubah telah dipilih dan ditetapkan oleh sekolah sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran bagi kelas I dan kelas IV.
Kerja sama antara sekolah dan orang tua menjadi salah satu kunci suksesnya pembelajaran. Harapannya dengan adanya kerja sama yang baik antara warga sekolah dan orang tua dapat meningkatkan kesiapan penerapan Kurikulum Merdeka. Kemitraan yang sudah dibangun dapat menjadi pondasi kelancaran dan kesuksesan kegiatan pembelajaran dengan kurikulum Merdeka.
Sebagai contoh dalam Kurikulum Merdeka ini guru dituntut untuk dapat menyesuaikan capaian pembelajaran dengan perencanaan. Peran orang tua sangat dibutuhkan sebagai sarana komunikasi pembelajaran yang berkelanjutan. Selain capaian pembelajaran pada intrakurikuler, peran orang tua juga sangat dibutuhkan dalam proses capaian pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Peran orang tua dalam Kurikulum Merdeka ini memiliki posisi yang penting.
Dalam Kurikulum Merdeka peran orang tua sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan sekolah terutama Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Orang tua membantu anaknya dalam mempersiapkan setiap proyek yang akan dilaksanakan oleh anaknya di sekolah. Peran yang dapat dilakukan orang tua antara lain memberikan motivasi dan memberikan makanan bergizi sehingga anaknya memiliki semangat dan mudah mengikuti setiap pembelajaran yang dilakukan di sekolah.
Membangun komunikasi yang efektif dengan orang tua sangat dibutuhkan oleh sekolah. Orang tua dapat dijadikan sebagai kontrol setiap kegiatan yang dilakukan oleh siswa selama tidak berada di sekolah agar tidak melakukan kenakalan yang dapat membahayakan dirinya. Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah saja, tetapi juga ditentukan seluruh insan pendidikan termasuk orang tua di dalamnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Inda-Risnani-SPd-Kepala-SD-Negeri-2-Pandanharum-Kec-Gabus-Kab-Grobogands243.jpg)