Berita Sukoharjo
Kisah Warga Trangsan Sukoharjo Nabung Sampah Setahun, Jadi Modal Belanja Jelang Lebaran
Bank Sampah Mata Bangsa Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo berusaha mengatasi masalah sampah di lingkungannya yang melibatkan ibu rumah tangga.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Sampah menjadi persoalan serius jika tak ditanggulangi.
Produksi sampah ada setiap hari.
Sementara tempat untuk menampung sampah atau mengolahnya terbatas.
Baca juga: DLH Blora Ingin Setiap Sekolah Miliki Bank Sampah, Karena Alasan Ini
Ini diperparah dengan minimnya kesadaran warga untuk membuang sampah di tempat semestinya.
Pencemaran lingkungan akibat sampah pun tak bisa dihindari.
Beruntung ada segelintir warga yang masih mau memperjuangkan kesehatan lingkungannya.
Seperti kelompok Bank Sampah Mata Bangsa Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo yang berusaha mengatasi masalah sampah di lingkungannya.
Di gudang kompleks Balai Desa Trangsan, sejumlah perempuan sibuk memilah sampah.
Di tempat itu, sampah yang diambil dari masyarakat dikumpulkan.
Tugas mereka memilah sampah itu agar mudah dijual.
Sampah plastik, kertas, hingga besi masing-masing disendirikan.
"Tiap dua minggu sekali sampah dikumpulkan, " kata Sri Rahayu, Pengelola Bank Sampah Mata Bangsa Desa Trangsan, Selasa (14/3/2023)
Sebanyak 82 keluarga atau rumah tangga menjadi nasabah tetap Bank Sampah Mata Bangsa.
Mereka setiap hari mengumpulkan sampah rumah tangga dalam sebuah wadah.
Selain rumah tangga, sejumlah pelaku UMKM juga jadi nasabah aktif Bank Sampah.