Berita Sragen

Dies Natalis, UNS Lakukan Pengabdian di Desa Banyurip Jenar Sragen

Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan sejumlah kegiatan pengabdian di Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

istimewa
Siswa-siswi SMPN 3 Satu Atap Jenar, Sragen menaman pohon di lingkungan sekolah, Selasa (14/3/2023) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Memperingati Dies Natalis ke-47, Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan sejumlah kegiatan pengabdian di Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Sejumlah kegiatan dilakukan salah satunya penanaman bibit pohon alpukat di lingkungan SMPN 3 Satu Atap Jenar dan SDN Banyurip 1 dan di lingkungan Balai Desa Banyurip.

Kegiatan lainnya berupa pembagian paket sembako, pendidikan lingkungan, edukasi bank sampah, literasi keuangan, dan pelatihan untuk petani bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Penanggungjawab Kegiatan Masyarakat dan Pendidikan Lingkungan, Eksa Rusdiana mengatakan dalam rangka Dies Natalis UNS pihaknya memang melakukan beberapa kegiatan pengabdian.

"Diantaranya ada pembagian sembako, pendidikan lingkungan, edukasi bank sampah, literasi keuangan, dan pelatihan untuk petani bersama LMDH," katanya, Selasa (14/3/2023).

Dipilihnya Desa Banyurip di Kecamatan Tangen ini dikarenakan belum banyak potensi yang dikembangkan di desa ini. Selain itu, akses lokasi spesial.

"Setiap tahun UNS berpindah-pindah memilih lokasi, kami memilih yang belum banyak dikembangkan dan salah satunya di Sragen. Akses lokasi yang memang spesial," imbuhnya.

Setidaknya ada 70an bibit yang ditanam dilingkungan sekolah. Sebanyak 30 bibit di SMPN 3 Satu Atap Jenar, 40 di SDN Banyurip 1 dan 20an bibit alpukat di sekitaran balai desa.

Kegiatan ini tentu apresiasi Agus Teguh Rifai, Kepala SMPN 3 Satu Atap Jenar. Selain dilakukan penanaman pohon masal bersama anak-anak juga dilakukan pendidikan lingkungan.

"Juga dilakukan praktek kemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin beraroma. Dari sekolah tentu sangat senang sekali karena disitu menyadarkan anak terhadap kepedulian lingkungan," katanya.

Menurutnya, kegiatan - kegiatan penanaman pohon, pendidikan lingkungan harus dikenalkan sedini mungkin. Mengingat sekolah berada di sekitaran hutan.

Dimana, hutan saat ini beralih fungsi sebagian menjadi tanaman tebu. Agus mengatakan anak-anak sangat antusias dalam kegiatan ini. Dia berharap anak-anak lebih menyadari perlunya kepedulian lingkungan demi kelestarian alam. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved