Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Potensi Eduwisata Semarang Diminati Sekolah Santa Laurensia Tangerang

Wisata edukasi atau wisata pendidikan atau yang populer sebagai eduwisata di Semarang, baik Kota Semarang maupun Kabupaten Semarang diminati oleh seko

Tayang:
Penulis: amanda rizqyana | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Siswa Sekolah Santa Laurensia Alam Sutera Kota Tangerang Banten didampingi oleh 6 guru menghabiskan 4 hari berwisata edukasi di Semarang, baik Kota Semarang maupun Kabupaten Semarang sejak Selasa (14/3/2023) hingga Jumat (17/3/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wisata edukasi atau wisata pendidikan atau yang populer sebagai eduwisata di Semarang, baik Kota Semarang maupun Kabupaten Semarang diminati oleh sekolah dari luar kota.


Hal tersebut terbukti dari puluhan siswa Sekolah Santa Laurensia Alam Sutera Kota Tangerang Banten berwisata edukasi di Semarang.


Mereka melaksanakan kegiatan sejak Selasa (14/3/2023) hingga Jumat (17/3/2023).


Disampaikan oleh Handy Binawan selaku Wakil Kepala Sekolah Santa Laurensia bahwa kegiatan ini tidak memperkenankan siswa membawa ponsel maupun jam pintar.


Para siswa yang berada di kota yang berbeda dengan orang tua harus beradaptasi dengan keadaan yang berbeda dengan di rumah.


Sebanyak 47 siswa dan 6 guru pendamping mengikuti agenda kunjungan selama 4 hari.


Adapun rangkaian kegiatan tersebut, peserta merasakan pengalaman menganyam eceng gondok menjadi kerajinan di Bengok Craft Ambarawa Kabupaten Semarang.


"Mereka pun menjajal kereta diesel klasik dan belajar tentang sejarah kereta api Indonesia di Museum Kereta Api Ambarawa dan berdoa di Gua Maria Kerep Ambarawa," jelasnya pada Tribunjateng.com pada Jumat (17/3/2023).


Hari berikutnya para siswa mempelajari kopi mulai dari jenis hingga proses pengolahan kopi sejak sangrai, giling, dan diseduh di Pabrik Kopi Banaran dan Museum Kopi.


Mereka juga menjajal menanam padi mundur di sawah, bermain lumpur, mewarnai caping, dan belajar area sawah, area rawa, dan area sendang di Omah Pinter Petani Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

 

Hari ketiga, para siswa belajar membuat batik dari pewarna alami di Zie Batik Gunungpati dan memulai proses pembatikan mulai dari desain batik, canting atau meneteskan lilin, pewarnaan, pencelupan, dan pengeringan kain batik.


"Siswa juga belajar rekor yang berhasil dipecahkan di Indonesia di Museum Rekor Dunia Indonesia sekaligus menikmati jamu," terang Handy.


Para siswa juga merasakan tur berjalan kaki berkeliling Kota Lama Semarang.


Dari destinasi yang ia sebutkan tersebut memang tidak ada lokasi kunjungan wisatawan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved