Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Rombongan Perangkat Desa dan Kades di Karanganyar Bertolak ke Jakarta, Sampaikan Aspirasinya  

Sebanyak 560 orang terdiri dari perangkat desa dan kepala desa di Kabupaten Karanganyar bertolak ke Jakarta untuk mengikuti Peringatan Hari Desa

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
agus iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan sambutan saat melepas serta memberangkatkan rombongan perangkat desa dan kades di halaman Kantor Setda Karanganyar, Sabtu (18/3/2023) sore.  

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sebanyak 560 orang terdiri dari perangkat desa dan kepala desa di Kabupaten Karanganyar bertolak ke Jakarta untuk mengikuti Peringatan Hari Desa Nasional pada Sabtu (18/3/2023) sore.

Dari pantauan di Alun-alun Karanganyar, 12 bus terparkir di depan Kantor Bupati Karanganyar. Para perangkat desa dan kades mengikuti prosesi pelepasan dan pemberangkatan ke Jakarta oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono di Halaman Kantor Setda Karanganyar.

Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Karanganyar Sugeng Wiyono menyampaikan, keberangkatan para perangkat desa dan kades kali ini dalam rangka mengikuti acara peringatan Hari Desa Nasional di Jakarta.

Di sisi lain pihaknya memohon kepada pemerintah pusat supaya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 dijalankan secara murni dan konsekuen.

"Desa selama ada Undang-Undang 22 Tahun 2020 dan Perpres Nomor 104 Pasal 5, kewenangan desa hanya memakai anggaran (dana desa) 32 persen dan 68 persen untuk BLT, penanganan covid dan peningkatan ekonomi," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu sore.

Menurutnya hal tersebut berdampak terhadap pembangunan di desa serta visi-misi kades tidak dapat berjalan dengan optimal lantaran dana desa terpangkas untuk alokasi penanganan stunting, BLT dan lainnya. Selain itu pihaknya juga berharap ada penjenjangan terkait penghasilan tetap bagi kades dan perangkat sesuai dengan masa kerja.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, program-program strategis yang menggunakan anggaran dana desa mestinya mulai dihindari. Menurutnya adanya program-program strategis tersebut harus diikuti dengan pembiayaan khusus.

"Semoga desa makin digdaya, makin kuat, sejahtera dan memperkokoh NKRI,' ucapnya. (Ais).

Baca juga: Uptown Mall di BSB City Semarang Mulai Beroperasi, Hadirkan Area Terbuka Hijau

Baca juga: Laporan Harta Kekayaan LHKPN Bupati Boyolali M. Said Hidayat, Tanah, Kendaraan dan Total Kekayaan

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Tema 8 Kelas 4 Halaman 142,143,144,145,146, 150, 151

Baca juga: Agnes Monica Bantah Sepi Job: Pilih 1 Tapi Cukup Buat Beberapa Tahun

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved