Guru Berkarya
Montase Memberikan Solusi Pembelajaran dalam Kelas Inklusi
Guru adalah sosok yang akan bersinggungan langsung dengan subjek pendidikan yaitu anak didik dalam proses pembelajaran
Oleh: Mugiwati, S.Pd.SD., SD Negeri 14 Mulyoharjo Kabupaten Pemalang
Guru sebagai pendidik merupakan unsur yang terpenting dalam dunia pendidikan. Guru adalah sosok yang akan bersinggungan langsung dengan subjek pendidikan yaitu anak didik dalam proses pembelajaran. Berbagai macam fenomena yang terjadi dalam pelaksanaan proses pembelajaran sebagai bagian dari pengalaman mengajar. Pengalaman mengajar di kelas yang dialami setiap guru sangat menarik termasuk di sekolah yang berlatarbelakang sekolah inklusi. Beragam karakter, kebiasaan, dan gaya belajar anak didik menjadi warna dalam kegiatan belajar mengajar. Guru tidak jarang menjumpai anak didik yang aktif berbicara, selalu ada cerita yang dibagikan kepada teman-teman. Akan tetapi, anak didik tersebut sering merasa kesulitan ketika harus menuangkan ceritanya dalam bentuk tulisan dan presentasi. Hal ini menjadi sebuah tanggung jawab yang perlu diselesaikan oleh guru.
Beberapa media pembelajaran terus dicoba guru untuk membantu anak didik mengungkapkan ide dalam bentuk tulisan dan presentasi, tetapi masih menemui kebuntuan. Guru mencoba cara yang lain adalah dengan menyajikan gambar. Ternyata banyak anak didik yang tertarik dengan media pembelajaran tersebut. Gambar diperoleh oleh guru dari buku paket pegangan anak didik dan guru juga dapat mengambil dari internet ataupun sumber lainnya. Kelebihan menggunakan gambar anak didik akan terbantu dalam bercerita dengan melihat gambar tertempel di media. Penggunaan media pembelajaran ini semakin menambah keyakinan guru untuk mempermudah proses pembelajaran. Cahyawati (2015:14) menjelaskan bahwa media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan berupa materi pembelajaran. Guru dapat menambah pilihan kata sambung yang mudah digunakan dan diingat oleh anak didik, sehingga cerita yang disampaikan lebih runtut dan bagus. Namun, sering masih ada beberapa anak didik yang mengalami kesulitan membuat kalimat untuk menceritakan gambar. Guru perlu mendesain proses pembelajaran yang mengkolaborasikan proses pembelajaran dan kerjasama termasuk mendampingi ABK dalam kelas inklusi.
Salah satu solusinya adalah dengan penggunaan media pembelajaran montase. Media ini telah dimanfaatkan di kelas enam SD Negeri 14 Mulyoharjo Kabupaten Pemalang dalam menyampaikan materi Ilmu Pengetahuan Sosial tentang Indonesia Pada Era Globalisasi. Gambar yang terbentuk dalam media pembelajaran montase diyakini guru akrab dengan kehidupan anak didik. Selain itu apabila anak didik harus menceritakan secara lisan, anak didik yang mendapat giliran akhir tidak lagi mendapat perhatian dari anak didik yang lebih dulu bercerita. Karena ceritanya sama dan diulang-ulang.
Montase adalah karya seni tempel yang mengombinasikan gambar-gambar jadi dari berbagai sumber menjadi susunan karya seni baru. Sumber yang dimaksud dapat digunakan koran, majalah bekas, buku yang tidak digunakan, brosur atau lainnya. Untuk mengawali, guru memberikan tugas dan menjelaskan tujuan penugasan kepada anak didik. Anak didik ditugaskan mencari empat atau lima gambar bebas yang didapat dari berbagai sumber/media cetak. Pada hari yang telah ditentukan, anak didik mulai menempelkan gambar-gambar yang dibawanya pada kertas manila atau HVS. Anak didik juga diperkenankan menambahi gambar untuk memperindah tampilan. Setelah montase selesai, anak didik secara berkelompok kecil menceritakan karyanya masing-masing. Anak didik yang lain dalam kelompok dapat menambahi atau memberi tambahan ide cerita. Setelah anak didik bergantian menceritakan karyanya, anak didik dapat menuangkan kisah imajinasinya ke dalam tulisan. Tentu saja cerita yang dihasilkan akan lebih menarik dan beragam. Selain itu, montase yang dihasilkan akan merangsang daya imajinasi anak didik. Mereka berlomba untuk membuat montase sebagus dan semenarik mungkin. Karena semakin menarik montase yang dibuat maka akan semakin menarik pula cerita yang akan dihasilkan. Semangat anak didik sangat tinggi dalam proses pembelajaran termasuk ABK di kelas inklusi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Mugiwati-SPdSD-SD-Negeri-14-Mulyoharjo-Kabupaten-Pemalangfgd43.jpg)