Berita Banyumas

Hendak Perang Sarung, Sekelompok Remaja di Banyumas Diamankan Polisi

Delapan orang remaja di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas diamankan polisi karena hendak melakukan aksi perang sarung, Minggu (26/3/

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: m nur huda
Ist. Polresta Banyumas
Sekelompok remaja di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas saat diamankan Polsek Kembaran Polresta Banyumas karena hendak melakukan aksi perang sarung, Minggu (26/3/2023).  

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Delapan orang remaja di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas diamankan polisi karena hendak melakukan aksi perang sarung, Minggu (26/3/2023). 

Mereka berhasil diamankan saat petugas menindaklanjuti adanya informasi dari masyarakat.

Para remaja itu berkumpul akan perang sarung usai solat subuh di lokasi Grumbul Beber, Desa Pliken, Kembaran.


Adapun informasi yang di dapat ada beberapa anak remaja yang datang dari wilayah Kelurahan Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur, Desa Tambaksari Kidul Kecamatan Kembaran dan Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas.


Saat mendatangi TKP, petugas mendapat sekelompok remaja yang sedang mencari lawan untuk diajak perang sarung. 


Para remaja tersebut sudah mempersiapkan masing-masing sarung yang sudah diikat ujungnya (bundel). 


"Modusnya adalah para pelaku mencari lawan antar desa diajak perang sarung dengan peraturan sarung tidak boleh diikat dengan batu.


Setelah berhadap hadapan, sepakat hitungan ke 3 baru dimulai perang sarung," ujar Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu kepada Tribunbanyumas.com.


Kapolsek menyebutkan tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut karena petugas Polsek Kembaran dibantu Koramil dan masyarakat hadir tepat waktu sebelum perang sarung itu terjadi. 


"Kami mengamankan 8 remaja yang berusia 16-19 tahun yang rata-rata masih pelajar


Adapun barang bukti tas yang berisi 9 sarung dan sarana yang akan digunakan untuk perang sarung dibawa ke mapolsek Kembaran untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.


Kapolsek kembaran mengatakan, para remaja tersebut kemudian diberikan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.


Polisi langsung membawa ke mapolsek Kembaran untuk dilakukan pembinaan, pendataan, serta pemanggilan orang tua masing-masing dan dibuatkan surat pernyataan dan membuat perjanjian agar tidak lagi mengulangi perbuatannya. 


Polsek Kembaran akan meningkatkan patroli selepas subuh di tempat yang sering menjadi titik kumpul para remaja.


Kapolresta juga mengimbau kepada masyarakat lebih mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan dan mengisi Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat. 


"Untuk mencegah kejadian berulang kami mengimbau para Kades se Kecamatan kembaran untuk mengalakan ronda kembali selepas shubuh.


Ikut menjaga ketertiban wilayah desa masing-masing dan memberitahukan kepada warganya untuk lebih mengawasi anak anak dalam pergaulan, terutama selepas sholat shubuh," terangnya. (jti) 

 

Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved