Tribunjateng Hari ini
Pengacara Asal Banyumas Hilang Sepekan Lebih saat Urus Kasus di Cilacap
Seorang pengacara asal Banyumas, Aris Munadi, telah sepekan tidak diketahui keberadaannya, setelah urus perkara di Cilacap.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS – Seorang pengacara asal Banyumas, Aris Munadi, telah sepekan lebih hilang dan tidak diketahui keberadaannya.
Aris merupakan warga Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.
Dia tercatat sebagai anggpta DPC Peradi Purwokerto.
Keluarga Aris telah melapor ke polisi, tetapi hingga kini keberadaan pengacara itu belum diketahui.
Dalam komunikasi terakhir dengan keluarga, pada Sabtu (22/11/2925) lalu, Aris tengah mengurus sebuah perkara di wilayah Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.
Misteri makin menguat setelah mobil yang digunakan Aris ditemukan terparkir tanpa pengemudi di wilayah Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jumat (28/11/2025).
Lokasi penemuan mobil itu cukup jauh dari Jeruklegi, lokasi yag menjadi tujuan awal kepergian Aris.
Ketua DPC Peradi Purwokerto, Happy Sunaryanto, membenarkan keluarga telah melaporkan kehilangan Aris, pada Senin (24/11/2025).
Laporan resmi ke Polresta Banyumas kemudian dibuat sehari setelahnya, Selasa (25/11/2025).
"Awalnya istri Pak Aris yang menghubungi pengurus Peradi. Kami langsung menyarankan melapor ke polisi," kata Happy kepada Tribun Jateng, Senin (1/12/2025).
Menurut Happy, sebelum hilang Aris berpamitan dari rumah di Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Banyumas, untuk pergi ke wilayah Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.
Diduga ia tengah menangani sebuah perkara di daerah tersebut.
"Pamitnya dia ke Jeruklegi, Cilacap, tapi tidak merinci sedang menangani kasus apa. Ini yang juga masih kami telusuri," ujar Happy.
Menurutnya, pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan Peradi Cilacap karena Aris diketahui sedang menangani sebuah kasus di wilayah setempat.
"Kami juga belum tahu dia sedang menangani kasus apa di Cilacap," ujarnya.
| Luthfi Klaim 6.271 Koperasi Desa Merah Putih di Jateng Telah Beroperasi |
|
|---|
| Warga Jembawan Pasang Sandbag untuk Cegah Longsor Susulan |
|
|---|
| Ada Dua Kasus Kecelakaan Kendaraan Pengangkut MBG, Satlantas Pekalongan Latih Ratusan Sopir SPPG |
|
|---|
| Ukir Batu Jadi Rupiah, Gayuh Pengrajin Batu Akik Batang Tetap Semangat Hasilkan Aksesoris Unik |
|
|---|
| Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Iduladha 2026 Jatuh pada 27 Mei |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TRIBUN-JATENG-2-DESEMBER-2025.jpg)