Sabtu, 13 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OPINI

OPINI Dr Aloys Budi Purnomo : Belas Kasih Salib Kristus

Sejak Minggu (2/4) hingga Minggu (9/4), umat Kristiani berada dalam masa Pekan Suci Paskah. Hari Jumat (7/4) dalam penanggalan kita tertulis

Tayang:
Bram Kusuma
Aloys Budi Purnomo 

Oleh Dr Aloys Budi Purnomo

Pengajar Program Doktor Ilmu Lingkungan Unika Soegijapranata Semarang

Sejak Minggu (2/4) hingga Minggu (9/4), umat Kristiani berada dalam masa Pekan Suci Paskah. Hari Jumat (7/4) dalam penanggalan kita tertulis sebagai hari wafat Yesus Kristus.

Penetapan tanggal tersebut berlaku dalam konteks nasional maupun global. Tradisi Katolik menyebutnya Jumat Agung. Umat Kristiani di seluruh dunia mengenang wafat Yesus Kristus.

Dalam ibadah Katolik, pada hari Jumat Agung dibacakan kutipan Kitab Yesaya 52:13-53:12, yang dapat dirangkum sebagai berikut. Yesaya menubuatkan penderitaan dan kematian ”Hamba Allah” yang tujuh abad kemudian terjadi dalam Yesus. Menurut Yesaya, ia dihina dan dihindari orang, penuh kesengsaraan, dan menderita kesakitan.

Dengan gambaran tersebut, Yesaya menjelaskan bahwa sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya. Kesengsaraan kitalah yang dipikulnya.

Sementara kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah; sesungguhnya, dia ditikam karena pemberontakan kita. Dia diremukkan karena kejahatan kita. Namun, deritanya mendatangkan keselamatan bagi kita. Oleh bilur-bilurnya kita disembuhkan!

Di sinilah, salib Kristus mempersembahkan kurban silih dan melaksanakan kehendak Allah. Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan melihat terang dan dinyatakan sebagai orang yang benar.

Bahkan, karenanya, ia akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya dengan memikul kejahatan semua orang. Dalam belas kasih Salib Kristus, ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut demi menanggung dosa banyak orang, bahkan menebus dunia!

Kemalangan

Gambaran tentang ”Hamba Allah” yang menderita seperti dinubuatkan Yesaya dan di kemudian hari digenapi Yesus Kristus merangkum kemalangan hidup manusia.

Kemalangan manusia akibat dosa, kebencian, kejahatan, dan kebengisan merupakan realitas manusia sepanjang sejarah hingga saat ini. Secara linguistik teologis, kemalangan manusia itu disebut misery, great suffering, dan agony.

Dalam kemalangannya, manusia kehilangan keindahan karena dihina, ditolak, dan disiksa, diperlakukan secara keji, kejam dan bengis hingga tak terbayangkan duka derita yang ditanggungnya.

 Misery sebagai manusia tergambar dalam kehidupan yang hancur dan remuk redam, bukan hanya secara fisik, melainkan juga secara psikis.

Dalam konteks salib Kristus, misery itu terjadi ketika Yesus Kristus disalibkan oleh orang-orang yang dikasihi-Nya, dicerca dan disiksa oleh bangsa yang diselamatkan-Nya.

Yesus Kristus yang tersalib mengalami tubuh yang hancur, wajah yang rusak, bahkan mental spiritual yang merana hingga Yesus berseru, ”Eli, Eli, Lamasabachtani, Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”

Dalam konteks kehidupan aktual, misery sebagai kemalangan manusia tergambar dalam kematian Brigadir J yang menghebohkan masyarakat kita beberapa saat lalu.

Atau, kematian Paulus Iwan Budi Prasetijo yang bahkan, hingga saat ini kasusnya belum mendapatkan kejelasan penyelesaian secara hukum terhadap pelakunya yang keji, kejam, dan bengis.

Kemalangan manusia juga tergambar dalam kasus penganiayaan David oleh Mario bersama teman-temannya. Kemalangan manusia begitu dekat di depan mata kita yang membuat kita manusia menanggung kesakitan dan penderitaan jiwa dan raga!

Belas kasih

Dalam perspektif salib Kristus, misery sebagai kemalangan manusia bukanlah akhir. Di penghujung kemalangan terdapat belas kasih. Secara teologis, misery memuncak pada misericordia, yakni hati Allah yang penuh belas kasih.

Kemalangan manusia berakhir dengan kemenangan belas kasih Allah. Itulah sebabnya, salib Kristus tak hanya menggambarkan kekejaman kemalangan manusia, melainkan kemenangan belas kasih Allah yang menebus dan menyelamatkan manusia dan seluruh alam semesta!

Teologi belas kasih salib Kristus mengajarkan bahwa wafat Yesus di kayu salib Golgota telah meruntuhkan tirai yang memisahkan manusia dengan Allah. Belas kasih salib Kristus membuka pintu kerahiman Allah bagi dunia.

Bahkan, Allah berkenan masuk ke kedalaman hati kita yang berlumuran dosa hingga kita berani dengan rendah hati mengakui kesalahan-kesalahan dan kecenderungan-kecenderungan dosa, yang dalam cara tertentu telah menganiaya dan menyalibkan Yesus, melalui tindakan-tindakan kita yang berlawanan dengan kasih dan kebenaran.

Belas kasih salib Kristus menyadarkan bahwa akar-akar kejahatan yang ada dalam hati kita sama dengan yang ada dalam hati orang-orang yang menganiaya dan menyalibkan Yesus.

Kita sebagai manusia berada dalam kekuatan keangkuhan, rasa benar, egoisme, iri hati, keserakahan, kemunafikan, semua nafsu daging yang membuat manusia lupa siapa dirinya dan siapa Allah.

Manusia melupakan Allah, Sang Pencipta segala yang ada. Manusia lupa jatidirinya sebagai hanyalah setitik debu. Kealpaan dan kelupaan manusia dalam dosa menjadikan manusia terjebak dalam kemalangannya, bahkan menjadi raja tega bagi sesamanya sendiri melalui tindakan yang kejam dan keji. Hati nuraninya menjadi kabur oleh kejahatan dan kekuasaan duniawi.

Belas kasih salib Kristus menghadirkan pelukan antara misery dan misericordia sebagai anugerah keselamatan bagi umat manusia dan alam semesta. Martabat seluruh manusia sebagai ciptaan dicintai dan diangkat oleh Allah untuk mendapat bagian dalam kemuliaan-nya.

Maka, belas kasih salib Kristus sebagai perjumpaan misery dan misericordia seharusnya mendorong kita menghargai martabat sejati setiap menusia, menyelesaikan kasus hukum secara adil, dan menumbuhkan sikap ramah serta peduli lingkungan yang hancur oleh ketamakan manusia. Selamat memasuki Pekan Suci Paskah bagi yang merayakannya! [*]

Baca juga: FOKUS : Investasi Gaib ala Dukun Penggandaan Uang 

Baca juga: Ganjar Komitmen Kembangkan Ekonomi, Keuangan dan Pelayanan Kesehatan Syariah

Baca juga: 5 Potret Zee JKT48 Anak Presenter Fadli Muhammad, Jadi Pemeran Ancika di Film Dilan Terbaru

Baca juga: Prakiraan Cuaca Tegal Raya Selasa 4 April 2023, Waspada Hujan Petir di Malam Hari 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved