Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Kembang Sungsang, Bunga Untuk Obat Asam Urat

Kembang Sungsang yang memiliki nama ilmiah Gloriosa superba L. merupakan keluarga dari Colchicaceae

Tayang:
Editor: galih permadi
budi santoso/BKSDA Jateng
Kembang Sungsang yang memiliki nama ilmiah Gloriosa superba L. merupakan keluarga dari Colchicaceae 

TRIBUNJATENG.COM - Kembang Sungsang yang memiliki nama ilmiah Gloriosa superba L. merupakan keluarga dari Colchicaceae.

Orang mengenalnya sebagai tanaman hias, karena bunganya yang cantik.

Namun tumbuhan juga dikenal sebagai tanaman obat, hati-hati dalam penggunaannya, karena tumbuhan ini juga beracun.

Apa saja manfaat kembang sungsang, mari kita simak informasi berikut;

Deskripsi
Tumbuhan ini termasuk ke dalam herba yang berumur panjang. Batang lunak dengan tinggi mencapai 2,5 meter dengan percabangan yang melebar dan tidak berambut.

Daun tunggal berbentuk lanset dengan ujung yang runcing dan pangkal memeluk batang, memiliki tepi yang rata, serta letaknya tersebar atau hampir berhadapan.

Panjang daunnya 8-25 cm dan lebar 1-4 cm. Pada ujung daunnya terdapat sulur pendek menggulung yang berbentuk spiral.

Bunganya simetri tunggal, axilaris dengan mahkota berjumlah 6 dan bertangkai panjang.

Bunga yang kuncup berbentuk bulat memanjang, ujung-ujungnya runcing menghadap ke bawah, serta memiliki tangkai yang panjang.

Jika mekar, bunga ini akan membalik ke atas, bagian atasnya bunga berwarna merah, pangkalnya berwarna kuning kehijauan dengan bentuk yang keriting.

Bunga lama kkelamaan akan berwarna merah seluruhnya.

Buahnya berbentuk lonjong seperti kapsul dengan panjang antara 4-6 cm, bijinya sekitar 20-40 biji dan berwarna coklat oranye.

Biji berbentuk bulat telur dengan diameter 4-5 mm dan dikelilingi oleh sarcotesta berdaging dan berwarna merah.

Akar kembang sungsang terdapat umbi yang tumbuhnya horizontal, berukuran besar, dan beracun. Kembang sungsang dapat dibudidaya dengan biji maupun umbinya.

Menurut Premaratna (2015) Kembang sungsang sangat beracun dan toksisitasnya disebabkan oleh efek anti-mitosis konstituen seperti colchicine dan gloriosine pada sel yang berkembang biak dengan cepat.

Keracunan diketahui menyebabkan manifestasi klinis yang sangat cepat dan parah karena toksisitas gastro intestinal, neurologis, jantung dan sumsum tulang.

Habitat
Kembang sungsang tumbuh di berbagai jenis habitat, termasuk hutan tropis, semakbelukar, kebun yang terlantar, padang rumput, hingga ke tanah yang miskin hara.

Ia dapat beradaptasi hingga ketinggian 2.500 mdpl dengan sinar matahari penuh. Tumbuhan ini juga memerlukan tanah lempung berpasir, dengan pH 5,5 - 7,0 dan berdrainase baik.

Tumbuhan ini berkembangbiak dengan rimpang dan akan memunculkan tunasnya ketika musim penghujan tiba.

Kandungan Fitokimia
Kembang Sungsang merupakan salah satu tumbuhan yang ssudah lama digunakan sebagai obat tradisional karena kaya akan kandungan alkaloidnya.

Selain itu, tumuhan ini juga mengandung beberapa senyawa lain yaitu gloriosina, kholine, hars, fitosterol, fitosterolin, stigmasterol. Menurut Jana dan Shekhawat (2010) senyawa telah berhasil diisolasi dari kembang sungsang (umbi dan bijinya), yaitu colchicine, colchicoside (nya turunan semisintetik - thiocolchicoside), superbin, gloriosine, lumicolchicine, 3-demethyl-N-deformyl-N-deacetylcolchicine, 3-demethylcolchicine, N-formyl deacetylcolchicine.

Manfaat
Bagian tumbuhan dari Kembang Sepatu yang kaya khasiat ialah umbinya. Meskipun memiliki rasa pahit dan beracun (bersifat toksik), tetapi umbi ini sangat berkhasiat dalam meredakan panas dalam, pereda nyeri atau analgesik, sebagai stimulant, menghilangkan bengkak, serta memiliki efek antibakteri.

Di sisi lain, umbi Kembang Sungsang dapat digunakan untuk mengobati penyakit dengan indikasi lumpuh, nyeri pada persendian, rematik akut, semam, keram, bengkak pada tubuh, kencing nanah, serta sukar bersalin.

Cara pemanfaatannya ialah, umbi yang masih segar perlu dicuci terlebih dahulu kemudian diiris tipis-tipis lalu dijemur untuk mengurangi daya racunnya.

Sebagai obat yang diminum, cukup rebus umbi kering sebanyak 3 gram kemudian airnya diminum.

Sebagai obat luar, umbi segar diparut secukupnya kemudian digosokkan pada kulit yang mengalami penyakit Ekzema, Kudis, Kurap, Scabies, dan Lepra.

Selain itu, bijinya berkhasiat sebagai analgesik.

Masyarakat di berbagai bagian Afrika dan Asia Tenggara telah terbiasa menggunakan ramuan kembang sungsang untuk menyembuhkan penyakit.

Tumbuhan ini digunakan untuk menyembuhkan radang sendi, asam urat, rematik, peradangan, borok, ambeien berdarah, penyakit kulit, kusta, impotensi, gigitan ular, dll.

Tumbuhan ini banyak digunakan oleh industri obat karena kandungan colchicine-nya. (Jana S, Shekhawat, 2010). Colchicine dalam dunia farmasi dikenal sebagai obat yang digunakan untuk meredakan nyeri karena asam urat/gout.

Sebaran
Tumbuhan ini berasal dari daerah tropis di benua Asia dan Afrika, tetapi telah banyak digunakan di berbagai negara sebagai tanaman obat.

Di samping itu, di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Pati Barat, tumbuhan ini dapat ditemukan di Cagar Alam Gunung Celering yang ada di Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara.

Penulis
Budi Santoso (KPHK Pati Barat)
Nisrina AK (FB Unsoed)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved