Berita Banyumas

2 Kakak Beradik di Banyumas Dijual Tantenya ke Hidung Belang, Orangtua Kaget Dengar Pengakuan Mereka

Pelaku itu tega menjual dua keponakannya sendiri menjadi PSK di sebuah hotel di Baturraden, Kabupaten Banyumas

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Ist. Polresta Banyumas
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banyumas saat memeriksa PA (21) perempuan warga Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, karena menjadi pelaku eksploitasi seksual atau perdagangan anak, Kamis (4/5/2023).  

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dua remaja belasan tahun di Banyumas dijual ke pria hidung belang.

Pelakunya justru salah satu orang terdekat yakni tantenya.

Tentu saja orangtua kaget mendengar cerita dari anaknya.

Berikut kisah lengkapnya

Baca juga: Bagaimana Rasanya Lewat Jalan Rusak di Lampung, Perut Aman? Jawaban Jokowi Setengah Menyindir

Baca juga: Cerita Karyawati Pabrik saat Tolak Ajakan Jalan Bareng Bos Modus Perpanjangan Kontrak: Dia Marah. .

PA (21) wanita warga Purwokerto Timur ditangkap Satreskrim Polresta Banyumas karena menjual keponakannya sendiri menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK).

Pelaku itu tega menjual dua keponakannya sendiri menjadi PSK di sebuah hotel di Baturraden, Kabupaten Banyumas

Kasat Reskrim, Kompol Agus Supriadi mengatakan pelaku ini mencari keuntungan dengan cara menawarkan dan memperdagangkan anak bawah umur.

"Korban merupakan keponakannya sendiri dan menawarkannya kepada laki-laki lain untuk melakukan persetubuhan selayaknya hubungan suami istri dengan imbalan berupa uang," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com.

Korban adalah kaka beradik inisial DPK (16) dan VAJ (13) warga Purwokerto Timur. 

Kasat Reskrim menjelaskan kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari orang tua korban, Rabu (3/5/2023). 

Pelapor menyebutkan adanya dugaan praktik perdagangan anak dibawah umur yang dilakukan pelaku PA di sebuah hotel yang berada di Baturraden. 

"Hal ini berawal dari kecurigaan orang tua yang anaknya pergi bersama pelaku PA pada hari Minggu (30/4/2023). 

Setelah ditanya oleh orang tuanya, korban mengaku dijual oleh PA untuk melakukan persetubuhan di sebuah hotel di Baturraden," jelasnya.

Mendapat informasi tersebut kemudian Unit PPA Satreskrim Polresta Banyumas melakukan pemeriksaan saksi, mencari barang bukti serta petunjuk guna menemukan keberadaan pelaku. 

Setelah pelaku ditangkap dan mengakui perbuatannya, selanjutnya pelaku dibawa ke Kantor Satreskrim Polresta Banyumas untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

"Saat diintrogasi, pelaku mengakui telah melakukan praktik perdagangan orang sejak 2022 dengan tarif Rp 300 ribu - Rp 400 ribu.

Dan pelaku mendapatkan imbalan dari setiap transaksi tersebut," katanya.

Pelaku dijerat dengan pasal Pasal 17 Jo Pasal 2 UU No.21 Tahun 2007 tentang pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Pasal 15 Ayat (1) huruf g UU No.12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan atau Pasal 88 Undang-undang No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana 16 tahun. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved