Berita Semarang
Cuaca Panas di Semarang Sebabkan Kunjungan Wisatawan Turun
Pada 2022 lalu, Kota Semarang menduduki peringkat pertama kunjungan wisatawan di Jawa Tengah
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Cuaca panas di Kota Semarang menyebabkan kunjungan wisatawan turun.
Pada 2022 lalu, Kota Semarang menduduki peringkat pertama kunjungan wisatawan di Jawa Tengah.
Namun, saat ini Kota Lunpia berada di peringkat kedua setelah Kabupaten Klaten.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso mengatakan, kalahnya Semarang dengan Klaten tidak disebabkan faktor teknis.
Baca juga: Linda Sempat Tak Percaya Ayahnya Jadi Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Guci, Ini Curhatnya
Baca juga: Cek Fakta Benarkah Kecelakaan Bus di Guci karena Rem Tangan Ditekan Anak-anak? Ini Kata Polisi
Menurutnya, cuaca panas yang terjadi di Semarang belakangan ini menyebabkan destinasi wisata sepi saat siang hari. Meski demikian, Kota Semarang tetap ramai pada malam hari.
"Ini disebabkan karena cuaca panas ekstrim yang mana Kota Semarang ikut terpengaruh sehingga destinasi wisata seperti di Kota Lama, Lawang Sewu, dan lain sebagainya sepi pengunjung saat siang hari, namun malam hari tetap masih ramai," jelas Wing, Senin (8/5/2023).
Sedangkan Klaten, lanjut dia, memiliki destinasi wisata alam yang sejuk. Sehingga, menjadi daya tarik wisatawan dan membuatnya merangkak naik ke peringkat pertama menyalip Kota Semarang.
"Nah kelebihan Klaten adalah wisata alam yang cukup sejuk dan tentu memanjakan wisatawan di tengah cuaca panas ekstreme seperti saat ini," ujarnya.
Wing mengatakan, Kota Semarang juga memiliki potensi wisata alam dan budaya.
Terlebih, Kota Semarang juga memiliki berbagai event yang bisa menjadi atraksi wisata untuk menarik wisatawan.
"Event semarak HUT Kota semarang ke-476 akan menambah kalender event di Kota Semarang. Kami sosialisasikan di level nasional maupun internasional," ucapnya.
Meski sudah terbilang pariwisata Semarang cukup baik menduduki peringkat dua, Wing menambahkan, masih perlu banyak perbaikan dan inovasi wisata agar pariwisata Kota Semarang bisa bersaing di tingkat nasional.
Pasalnya, wisata di ibu kota Jawa Tengah belum mampu masuk 10 besar tingkat nasional.
"Kami mengakui masih memiliki banyak kekurangan, walaupun 2022 sempat juga masuk peringkat pertama kunjungan wisatawan di Jawa Tengah," ungkapnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Warga-dan-wisatawa-Sabtu-2942023.jpg)