Berita Grobogan
Kronologi Bentrok Dua Perguruan Silat di Grobogan, Rumah Hingga Mobil Warga Rusak
Kronologi bentrokan antara dua perguruan silat di Grobogan Jawa Tengah dipaparkan Kepala Desa Tlogotirto.
TRIBUNJATENG.COM - Kronologi bentrokan antara dua perguruan silat di Grobogan Jawa Tengah dipaparkan Kepala Desa Tlogotirto, Tri Adi Saputra.
Sebelumnya, viral di media sosial video bentrokan massa yang diduga kubu PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) dan Kera Sakti.
Paling anarkis berlangsung di Desa Tlogotirto, Kecamatan Gabus yang rekaman videonya viral di media sosial.
Baca juga: Babak Baru Bukan Husen, Polisi Amankan Penjual Angkringan dalam Kasus Mayat Dicor di Semarang
Baca juga: KNKT Lakukan Pemeriksaan Pada Bangkai Bus yang Terjun ke Sungai Guci Tegal, Hal Ini Jadi Perhatian
Baca juga: Inilah Sosok Rena Anggota Satlinmas Cantik di Kabupaten Semarang, Bertugas Sejak Usia 17 Tahun
Salah satunya diposting oleh akun Instagram @kabar.grobogan yang hingga Senin (8/5/2023) sore sudah ditonton 1.107 kali.
Dalam video yang didokumentasikan dari arah dalam bus itu, terlihat massa di tengah Jalan Raya Grobogan-Blora membabi buta melempari batu ke permukiman warga Desa Tlogotirto.
Perusuh yang diduga dari salah perguruan silat itu memarkirkan motornya di pinggir jalan dan lainnya menggeber-geber motornya.
Sopir bus itu terpaksa harus menghentikan lajunya sejenak menghindari hal yang tak diinginkan.
"Tawuran gais," kata seorang penumpang Bus.
Kepala Desa Tlogotirto, Tri Adi Saputra membenarkan perihal cekcok antar dua kubu perguruan silat yang berujung fatal terjadi di wilayahnya.
Menurut Adi, bentrok yang diwarnai dengan aksi lempar batu itu mengakibatkan puluhan rumah dan sebuah mobil mengalami kerusakan.
Bahkan, kata dia, sejumlah warga menderita luka-luka fisik akibat terkena lemparan batu yang tak terarah itu.
"Genteng dan kaca puluhan rumah pecah dan mobil panther juga pecah kacanya."
Ada juga warga memar-memar kena batu," terang Adi saat dihubungi melalui ponsel, Senin (8/5/2023).
Dijelaskan Adi, insiden pertikaian dua kubu pesilat tersebut berlangsung cepat dan begitu mencekam menyusul massa pesilat yang terlihat bentrok berjumlah ratusan.
"Warga berteriak histeris karena ratusan massa melempari batu ke arah rumah-rumah. Kejadian hanya 15 menit, Minggu, kemarin sore sekitar pukul 16.00," ungkap Adi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bentrok-massa-antara-dua-perguruan-pencak-silat-yang-diduga-kubu-psht.jpg)