Guru Berkarya

Penerapan Gaya Kepemimpinan Partisipatif di Era Merdeka Belajar

Sekolah sebagai salah satu bentuk organisasi di bidang pendidikan. Kepala sekolah menjadi pemimpin pendidikan di sekolah.

Editor: galih permadi
IST
Sri Murtini, S.Pd., Kepala SD Negeri 3 Panunggalan, Kec. Pulokulon, Kab. Grobogandfs678 

Oleh: Sri Murtini, S.Pd., Kepala SD Negeri 3 Panunggalan, Kec. Pulokulon, Kab. Grobogan

Sekolah sebagai salah satu bentuk organisasi di bidang pendidikan. Kepala sekolah menjadi pemimpin pendidikan di sekolah. Kepemimpinan pendidikan bisa diartikan sebagai suatu usaha untuk menggerakkan orang-orang yang ada dalam organisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan kemampuan dan wewenang untuk mempengaruhi, menggerakkan dan mengarahkan tindakan serta mendorong timbulnya kemauan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri para guru, staf dan siswa. Sebagai pemimpin, kepala sekolah harus memahami prinsip kepemimpinan dan manajemen. Kedua prinsip tersebut merupakan penentu keberhasilan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Selain itu sekaligus juga membawa organisasi dan bawahannya berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan sehingga akan mencapai keberhasilan.

Merdeka belajar sebagai salah satu upaya kemerdekaan dalam berpikir dan berekspresi. Program merdeka belajar ini memiliki tujuan untuk memerdekakan guru dan siswa. Ini sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu memerdekakan manusia khususnya dalam hal pendidikan. Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan untuk menciptakan pembelajaran berkualitas sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar. Kepala sekolah dan guru memiliki kebebasan dalam berinovasi tanpa adanya tekanan serta tidak terjebak pada tugas administrasi. Tugas guru bukan sekedar transfer pengetahuan, melainkan membuat hubungan dan segala proses menjadi lebih bermakna.

Kepala sekolah memiliki peran sebagai pemimpin bertanggung jawab untuk memimpin proses pendidikan di sekolahnya. Kualitas kepemimpinan merupakan sarana utama untuk mencapai tujuan organisasi. Agar kepala sekolah dapat melaksanakan tugasnya secara efektif, maka harus dapat menerapkan kepemimpinan yang baik. Keberhasilan kepemimpinan tidak semata-mata ditentukan oleh karakter personal, tetapi justru banyak ditentukan dari apa yang dilakukan pemimpin. Keefektifan kepemimpinan banyak tergantung pada perilaku yang diterapkan pemimpin dalam situasi organisasi.

Tidak semua tipe dan gaya kepemimpinan cocok di terapkan dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, kepala sekolah harus memahami tipe dan gaya kepemimpinan yang sesuai untuk diterapkan di sekolah. Pendekatan kepemimpinan partisipatif dipandang sebagai pendekatan yang efektif.

Kepemimpinan partisipatif adalah gaya kepemimpinan di mana semua anggota bekerja sama untuk membuat keputusan, terlepas dari jabatan dan pangkatnya. Setiap orang mempunyai peranan penting dan dilibatkan dalam pemecahan masalah. Gaya kepemimpinan partisipatif adalah seorang pemimpin yang mengikutsertakan bawahan dalam pengambilan keputusan (Ranupandojo, 2000: 75). Adapun aspek-aspek dalam gaya kepemimpinan partisipatif mencakup konsultasi, pengambilan keputusan bersama, membagi kekuasaan, desentralisasi dan manajemen yang demokratis.

Peran pemimpin dalam kepemimpinan partisipatif lebih sebagai moderator dan fasilitator untuk menawarkan bimbingan dan menjaga agar diskusi tetap seimbang serta terkendali. Pemimpin yang menerapkan gaya ini tidak hanya duduk diam dan memberikan banyak perintah, tetapi juga ikut berpartisipasi. Menjadi tantangan bagi seorang kepala sekolah selaku pemimpin di SD Negeri 3 Panunggalan dalam mengarahkan guru-gurunya untuk duduk bersama menghasilkan keputusan bersama.

Gaya kepemimpinan partisipatif berpengaruh secara positif terhadap kinerja guru di SD Negeri 3 Panunggalan. Gaya kepemimpinan yang melibatkan seluruh anggota ini merupakan kunci utama untuk mewujudkan kekompakan dan solidaritas kerja seluruh tim. Alhasil semua anggota merasa dihormati dan dihargai sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja seluruh anggota di sekolah. Pada akhirnya gaya kepemimpinan partisipatif ini membawa perubahan ke arah pendidikan yang lebih maju dan berkualitas, khususnya bagi kemajuan dan perkembangan peserta didik.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved