Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Bisnis

Imbas Cuaca Panas di Semarang, Ritel Elektronik: Penjualan AC Naik 40 Persen

Cuaca panas yang cukup ekstrem di Kota Semarang turut mendongkrak permintaan alat pendingin ruangan.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Seorang promotor tampak sedang menunjukkan produk AC di Atlanta Electronics Semarang, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Cuaca panas yang cukup ekstrem di Kota Semarang belakangan ini turut berpengaruh terhadap permintaan alat pendingin ruangan yang mengalami peningkatan.

Di toko ritel modern, sejumlah brand mengakui adanya peningkatan permintaan tersebut utamanya pada air conditioner (AC).

Ha itu di antaranya diakui Deni Oktavian, Promotor dari produsen pendingin udara Daikin.

Baca juga: Cuaca Panas di Semarang Sebabkan Kunjungan Wisatawan Turun

Menurut dia, penjualan AC dari brand ini melonjak drastis.

"Penjualan (AC) sangat meningkat, baik untuk inverter maupun non inverter. Kalau saya lihat di sini, peningkatannya sampai 40 persen," kata Deni ditemui tribunjateng.com di Atlanta Electronics Semarang, kemarin.

Menurut Deni lebih lanjut, banyak di antara pelanggannya itu membeli AC karena cuaca panas yang dirasa cukup ekstrem belakangan.

Ia menyebut, adapun peningkatan permintaan itu sudah terlihat sejak April 2023 lalu.

"Penjualan AC meningkat setelah lebaran lalu, cuaca semakin panas ketika itu dan saat ini (penjualan) masih ramai-ramainya. Paling laku Daikin Thailand Standar," sebutnya.

Manager Atlanta Electronics Yohanes Kristiyono turut menuturkan, penjualan AC di Atlanta Electronics memang tinggi. Yohanes mengatakan, bahkan tak hanya saat cuaca panas belakangan ini. Di Kota Semarang, kata dia AC selalu menjadi produk yang paling diminati konsumen selain televisi.

"Penjualan tertinggi (elektronik secara keseluruhan) tertinggi televisi, kemudian AC. Hanya ketika momen ramadan kemarin kulkas dan sejenisnya yang meningkat karena memang dari tahun ke tahun seperti itu, untuk menyimpan bahan makanan.

Tapi (selain momentum ramadan) tetap TV dan AC yang menduduki peringkat pertama (penjualan). Kulkas sudah turun lagi setelah lebaran. Mesin cuci juga sudah nomor sekian," ujarnya.

Alasan banyak peminat, sebut Yohanes, lantaran Kota Semarang sudah tidak lagi mengenal musim panas dan hujan. Sehingga, penjualan AC tetap selalu tinggi.

Sementara itu, menurutnya, kebutuhan orang-orang terhadap pendingin ruangan saat ini sudah layaknya televisi.

Misalnya dalam satu rumah tangga yang tidak hanya membutuhkan satu televisi. AC juga disebut dibutuhkan untuk berbagai ruang di dalam rumah.

"(Kebutuhan) TV dan AC ini sepanjang waktu, jadi tiap bulan menduduki peringkat 1 dan 2," sebutnya.

Disebutkan Yohanes lagi, tingginya permintaan AC sendiri bukan hanya di segmen keluarga.

Banyaknya usaha indekos hingga adanya perkantoran di kota ini juga turut mendorong tingginya permintaan itu.

"Terkait permintaan AC ini ada beberapa yang kerjasama dengan kami adalah tempat kos-kosan. Jadi mereka tambah kamar, otomatis juga tambah AC. Banyak projek kemarin berkaitan dengan produk AC di segmen kos-kosan dan juga pengembangan untuk kantor-kantor instansi pemerintah, hingga rumah sakit," terangnya.

Di sisi itu, Yohanes menambahkan, di Atlanta Electronics terdapat 25 vendor elektronik. Adapun dari 25 vendor atau brand itu, belasan di antaranya juga memiliki produk AC yang mana berada di kategori home appliances.

Secara keseluruhan brand, terkait produk AC yang tersedia sendiri bervariasi yakni mulai 1/2 PK hingga 5 PK.

Harganya pun bervariasi mulai Rp 2 jutaan sampai puluhan juta rupiah.

Menurut Yohanes, para pelanggannya itu memilih tipe AC sesuai kebutuhan masing-masing.

"Harga AC mulai 1/2 PK itu Rp 2 jutaan, kemudian masih ada ada 3/4 PK harganya Rp 3 jutaan. Lalu ada lagi 1 PK harganya hampir Rp 4 jutaan.

Harga AC tertinggi 5 PK Rp 30 juta - Rp 40 jutaan jenis floor standing. Ada juga AC kaset. Jadi ada banyak pilihan.

Konsumen ada yang melihat dari kualitas dan harga, ada juga yang beli sesuai kebutuhan saja asal sudah dingin.

Semuanya itu tinggal nanti yang dipilih tipe standar atau inverter. Inverter itu sudah paling tinggi teknologinya dan paling mahal harganya," sebutnya.

Sementara itu, Yohanes juga menambahkan, khusus di tengah cuaca ekstrem sendiri produk paling banyak dicari selain AC yakni aneka jenis kulkas seperti freezer dan chest freezer.

Baca juga: Doa Supaya Turun Hujan Agar Cegah Panas Ekstrem

Adapun untuk kebutuhan pendingin ruangan, dia menyebut permintaan air cooler juga termasuk tinggi.

"Air cooler jauh lebih murah dibanding AC dan lebih dingin dibanding kipas angin.

Kisaran harganya jauh lebih murah (dibanding AC) mulai Rp 800 ribuan tinggal nanti kapasitas ice pack-nya. Kalau harga tertingginya sampai Rp 2,5 juta," imbuhnya. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved