Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Harga Telur Ayam Masih Tetap Tinggi, Ancaman Pecahnya Usaha Kue Roti

Harga telur ayam yang terus melambung tinggi seolah mencekik para pelaku usaha kue roti yang menggunakan telur ayam menjadi bahan dasarnya.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Rezanda Akbar D
Pembuatan kue kering dengan bahan dasar telur, di Rumah Produksi Kue Roti Global Milik Sugiarto / Rezanda Akbar D.  

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Harga telur ayam yang terus melambung tinggi seolah mencekik para pelaku usaha kue roti yang menggunakan telur ayam menjadi bahan dasarnya.

Di Kabupaten Kudus, harga telur ayam yang beredar di masyarakat menyentuh hingga Rp33.000/kilogramnya, harga tersebut dianggap rekor tertinggi.


Satu diantara pelaku usaha kue roti yang terdampak yakni Sugiarto, Pemilik brand kue Global, mengatakan akibat dari naiknya harga itu membuat dirinya hingga merumahkan pegawai pembuatan kue kering.


"Akhir-akhir ini kenaikan telur sangat luar biasa. Itu sangat mengena kepada produk saya utamanya kue kering karena pembuatannya banyak menggunakan telur, bahkan ada beberapa karyawan yang saya rumahkan hingga 50 persen," tambahnya, Rabu (24/5/2023). 


Dari total sepuluh karyawannya, dia terpaksa mengistirahatkan separuh keseluruhan karyawannya. Hal ini menjadi bukti bahwa produksi kue kering yang berjalan mengalami penurunan.


"50 persen terpaksa diistirahatkan di rumah, pasti mengurangi produksi harganya itu (telur) terlalu tinggi, saya tidak bisa menaikan harganya di pasaran otomatis keuntungan saya menipis," terangnya.


Hal itu dia lakukan agar produk kue kering yang dia jalankan tidak macet produksi.


Alternatif lainnya, apabila harga terus bertahan diharga tinggi pihaknya akan mencoba menaikan harga kue keringnya. Namun kenaikan harga kue menimbulkan kekhawatiran baru terhadap edar produknya di pasaran.


"Karena saya membidik pasaran pada masyarakat ekonomi menengah kebawah, apa bisa laku produk saya kalau harga naik?," tanyanya.


Sebelum harga telur mahal biasanya mampu menghabiskan telur sekira 50 kilogram. 


Namun, baru-baru ini dia hanya mampu menghabiskan telur ayam sekira 20 kilogram. 


Menurut Sugiarto, harga telur saat ini dinilai rekor harga tertinggi selama dia menggeluti bisnis jualan kue selama 13 tahun di Kudus


"Selama saya bikin roti di Kudus, saya belum pernah ngalami harga segini kalau di Kudus saya sudah 13 tahun disini," jelasnya. 


Sugiarto berharap, pemerintah dapat sigap cepat dan tepat dalam mengambil langkah dalam mengontrol harga telur agar kembali stabil tidak merugikan bagi para pelaku usaha kecil lainnya. 


Jika kondisi kali ini berlarut, dikhawatirkan Sugiarto dan sejumlah pelaku usaha kecil lainnya pun terancam gulung tikar. 


"Kalau terus segini ya kami terancam berhenti produksi, tenaga kerja juga dirumahkan," tandasnya. (Rad)

 

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved