Guru Berkarya
Membangun Kreativitas Peserta Didik dengan Peta Timbul
MEMANFAATKAN media peta dalam pembelajaran IPS akan mengubah pembelajaran menjadi aktif dan pembelajaran pun menjadi lebih inovatif.
Oleh: Sustiningsih, S.Pd., Guru SMP Negeri 1 Watukumpul Kabupaten Pemalang
MEMANFAATKAN media peta dalam pembelajaran IPS akan mengubah pembelajaran menjadi aktif dan pembelajaran pun menjadi lebih inovatif. Dengan digunakannya media pembelajaran peserta didik akan lebih tertarik dalam proses belajar, salah satunya media peta timbul. Media peta timbul digunakan pada materi geografis yang akan mempermudah peserta didik dalam mengenal peta pada mata pelajaran IPS materi Pemahaman Lokasi Melalui Peta, kelas VII di SMP Negeri 1 Watukumpul.
Peta timbul adalah peta yang dibuat berdasarkan bentuk permukaan bumi yang sebenarnya, misalnya peta relief. Tujuan pembuatan peta timbul adalah agar peserta didik dapat membedakan keadaan muka bumi akibat proses tenaga endogen dan eksogen. Tim yang beranggotakan lima atau enam. Bahan yang digunakan dalam pembuatan peta timbul yaitu kertas koran bekas atau kertas bekas, cat pewarna kertas, triplek satu lembar ukuran tiga puluh centi meter kali empat puluh centi meter, pensil, amplas, bubur kertas, lem kayu, kertas minyak untuk menciplak peta, kertas karbon, kuas lukis satu buah persiswa, piring kecil plastik untuk palet, tripleks untuk alas peta, air sebagai pencampur cat dan membersihkan kuas. Peralatan yang digunakan penggaris, kuas, kaleng biscuit atau kaleng susu bekas, tepung kanji, ember, dan gergaji.
Cara Membuat peta timbul yaitu siapkan koran bekas atau kertas bekas kurang lebih satu kilo gram. Rendam selama dua hari dalam ember yang berisi air. Setelah lunak, lumatkan dengan tangan sampai berupa bubuk kertas. Masak kanji dengan sedikit air hingga kental, kemudian angkat dan dinginkan. Setelah dingin masukkan bubur kertas kedalam lem kanji tadi. Buatlah desain peta timbul yang diinginkan di atas triplek yang sudah dipotong sesuai ukuran dengan menggunakan gergaji dan diamplas sampai bersih. Taruhlah bubur kertas ke atas desain secara perlahan-lahan mengikuti gambar desain peta. Untuk gambar gunung ditaruh bubur kertas lebih tebal dan menonjol ke atas, untuk daratan rendah cukup sedikit saja. Jemur peta timbul dipanas matahari sampai kering. Setelah bubur yang bentuk peta kering dengan sempurna, mulailah mewarnai bagian-bagian dari peta tersebut. Pembagian warnanya dapat melihat pada buku peta. Mewarnai bagian pulaunya dengan warna hijau. Semakin muda warna hijaunya maka semakin tinggi permukaannya. Setelah semua selesai diwarnai, tinggal dibingkai dan dipajang di dinding kelas.
Asas aktivitas menitikberatkan pada proses atau kegiatan peserta didik saat pembelajaran. Seperti halnya dengan prinsip belajar, bahwa belajar melalui praktik atau mengalami secara langsung akan lebih efektif mampu membina sikap, keterampilan, dan cara berpikir kritis bila dibandingkan dengan belajar hafalan saja (Sardiman, 2011:25). Pembelajaran dengan penerapan praktikum, secara efektif dapat meningatkan aktivitas atau tahapan proses belajar siswa. Pengajaran yang efektif adalah pengajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakuan aktivitas sendiri Hamalik (2001:171).
Dalam implementasi pembelajaran Geografi diharapkan dapat menumbuhkembangkan kemampuan peserta didik agar menjadi sosok dengan berkualifikasi, seperti berpengatahuan luas dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap pola spasial, lingkungan dan kewilayahan serta proses yang berkaitan, memiliki kepedulian yang tinggi pada masalah-masalah lingkungan hidup, sosial, dan budaya, memiliki sikap dan perilaku proaktif terhadap perubahan informasi geografis, memiliki sikap yang toleran terhadap keragaman budaya, mampu mengkomunikasikan informasi geografis dengan baik, dan memiliki kesadaran untuk perbaikan secara terus-menerus atas kekurangan yang dimilikinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Sustiningsih-SPd-Guru-SMP-Negeri-1-Watukumpul-Kabupaten-Pemalangfdsf4t675.jpg)