Guru Berkarya

Round Table, Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi

Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang penting dalam kehidupan, baik dalam kehidupan pendidikan maupun masyarakat.

Editor: galih permadi
IST
Bambang Siswanto,S.Pd., Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Pemalang 

Oleh: Bambang Siswanto,S.Pd., Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Pemalang

Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang penting dalam kehidupan, baik dalam kehidupan pendidikan maupun masyarakat. Keterampilan menulis perlu diperhatikan karena merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh siswa. Pengajaran menulis, khususnya menulis teks deskripsi adalah keterampilan yang bertujuan untuk mengajukan suatu objek atau suatu hal yang sedemikian rupa, sehingga objek itu seolah-olah berada di depan kepada pembaca.

Teks deskripsi adalah sebuah teks atau bacaan yang mendeskripsikan orang, benda dan tempat tertentu secara terperinci. Teks deskripsi adalah salah satu teks fungsional yang cukup sulit dipelajari oleh siswa pada Fase D atau kelas VII SMP Negeri 3 Pemalang. Menganggap bahwa keterampilan menulis teks deskripsi dalam bahasa Inggris sulit sekali. Hal ini disebabkan karena ada beberapa aspek kebahasaan misalnya pemakaian kosakata yang tepat tata bahasa yang baik dan benar penggunaan ejaan dan tanda baca yang harus dikuasai siswa apabila ingin terampil menulis teks berbahasa Inggris.

Siswa SMP Negeri 3 Pemalang masih banyak yang belum memiliki keterampilan yang cukup saat menulis terutama dalam aspek bahasa seperti tata bahasa, kosakata dan penggunaan simbol.

Serta siswa masih kesulitan dalam merangkai paragraf dan membedakan teks dskripsi dengan teks yang lain berdasarkan permasalahan tersebut guru perlu menggunakan strategi yang tepat dan mampu meningkatkan kompetensi menulis teks deskripsi yaitu dengan menggunakan tipe round table.

Barkley,dkk (dalam Juariah,2015:3) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif tipe round table adalah suatu pembelajaran yang dilakukan secara bergiliran, siswa merespon pengarahan dengan menuliskan satu atau dua kata atau frasa sebelum menyerahkan kertas kepada siswa lainnya melakukan hal yang sama.

Pembelajaran kooperatif tipe round table paling banyak digunakan pada awal sebuah pelajaran untuk mengadakan aktivitas pembangunan tim yang berhubungan dengan isi pelajaran. Aktivitas pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe round table, pengaturan kelas dilakukan sedemikian rupa sehingga ada ruang yang cukup bagi adanya sejumlah kelompok siswa dalam lingkaran-lingkaran. Sebagai gambaran dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode round table dapat diawali dengan membentuk siswa dalam beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 siswa secara heterogen. Masing-masing siswa duduk sesuai dengan kelompoknya dengan posisi membentuk lingkaran kecil mengelilingi meja.

Siswa berdiskusi dalam kelompoknya mengenai topik-topik yang akan dikembangkan dan menyamakan persepsi. Penyusunan ide-ide tersebut dilakukan secara kolaborasi. Jika tiap kelompok terkonfirmasi sudah menyelesaikan tugasnya maka pada akhir kegiatan guru dapat meminta tiap kelompok untuk menyampaikan teks deskriptif yang sudah ditulis. Sebagaimana pembelajaran kooperatif lainnya metode round table dinyatakan mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan bekerja sama dalam kelompoknya. Adanya saling ketergantungan yang positif dapat menumbuhkan tanggung jawab pribadi di mana setiap anggota kelompok akan memiliki kontribusi aktif dalam bekerja kelompok. Di sisi lain kelebihan tersebut dapat menumbuhkan celah bagi siswa yang Malas berpikir untuk cenderung mengandalkan teman sekelompoknya dalam memberikan pendapat sehingga pada akhirnya siswa kurang termotivasi untuk bekerja sama. Dengan Mengunakan metode round table.  Kegiatan menulis tidak pernah terlepas dalam proses pembelajaran. Setiap mata pelajaran pasti ada kegiatan menulis. Untuk itu sangat penting bagi pendidik selalu melatih kemampuan menulis siswa. Dari kemampuan menulis dapat diketahui bagaimana pemahaman isi dan materi belajar, sebab dari hasil tulisan siswa akan bisa dilihat sejauh mana siswa memahami materi yang telah dipelajarinya. Kegiatan menulis tidak pernah terlepas dalam proses pembelajaran.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved