KKN UIN Jakarta
Tebu sebagai Komoditi Unggulan Kabupaten Sragen
Tebu dengan nama latin Saccharumofficinarum L. Merupakan salah satu komoditi perkebunan tanaman musiman penghasil gula
Oleh: Yasiska Cahya Rachmawati
Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
yasiska.rachmawati22@mhs.uinjkt.ac.id
TEBU dengan nama latin Saccharumofficinarum L. merupakan salah satu komoditi perkebunan tanaman musiman penghasil gula yang memiliki pengaruh penting terhadap perekonomian di indonesia. Tebu pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun 8000 SM, yang berasal dari Papua, Guinea. Penanaman tebu di indonesia dimulai pada masa sistem tanam paksa pada tahun 1870 yang memberikan keuntungan besar bagi negara Belanda.
Setelah sistem tanam paksa ini dihentikan, usaha perkebunan tebu diambil alih oleh pengusaha-pengusaha swasta di Indonesia. Perluasan perkebunan tebu tidak pernah melampaui Pulau Jawa karena memang jenis tanaman dan pola pertanian di Pulau Jawa lebih sesuai untuk penanaman tebu. Daerah yang menjadikan perkebunan yang tumbuh sejak tahun 1940-an dan berkembang sampai saat ini adalah Kabupaten Sragen.
Pada tahun 1833 Pabrik Gula Mojo di Sragen bersamaan dengan zaman penjajahan Belanda oleh NV. Cultre Massacavay yang berpusat di Kota Semarang. Pabrik Gula Mojo berlatar belakang kegiatan tanam paksa yang dilakukan oleh pemerintah Belanda. Akhirnya, pada tahun 1958 Pabrik Gula Mojo diambil alih oleh pemerintah Republik Indonesia.
Pabrik ini merupakan salah satu pabrik gula terbesar di Indonesia, yang berada di bawah naungan PTP Nusantara IX di bawah departemen pertanian dan kehutanan atas nama presiden. Pengolahan tebu di Sragen mencapai 31.635 ton setiap tahunnya. Apa yang menyebabkan tebu berkembang pesat di Sragen?
Berikut telah kami sajikan mengenai manfaat dan hasil olahan tebu serta penelitian kami melalui wawancara salah satu petani tebu sekaligus pemilik lahan tebu di Desa Masaran, Sragen, Jawa Tengah.
Tebu mengandung natrium, kalium, kalsium,magnesium, dan zat besi, yang bermanfaat untuk tubuh. Kandungan paling luar biasa yang terdapat pada tebu dapat mencegah kanker seperti kanker prostat dan payudara. Kandungan berupa flavanoid dapat melawan berkembangnya sel kanker pada tubuh manusia. Serat yang tinggi pada tebu sangat baik untuk melancarkan pencernaan manusia. Sari tebu mengandung triptofan, dan beberapa jenis asam amino yang baik untuk tubuh sehingga dapat memberikan efek relaksasi pada tubuh, dimana tubuh akan terhindar dari resiko stres dan dapat menurunkan berat badan serta menjaga kesehatan tubuh yang ideal.
Kandungan sari pada tebu dapat menjaga kesehatan kulit dan ginjal, tebu sangat baik untuk mengatasi sejumlah masalah kesehatan yang berhubungan dengan hati dan dapat menjaga tingkat elektrolit pada tubuh. Tebu mempunyai kandungan rendah kolesterol, rendah sodium, dan tanpa lemak jenuh yang bermanfaat untuk mencegah bau mulut dan kerusakan gigi. Tebu mengandung mineral seperti kalsium dan fosfor yang sangat membantu untuk memperkuat email dan melindunginya dari kerusakan pada gigi.
Meskipun kandungan gula dalam air tebu cukup tinggi, tetapi mengonsumsi air tebu justru bermanfaat bagi pengidap penyakit diabetes karena memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga dapat membantu mencegah tingginya kadar glukosa darah yang terjadi pada pengidap diabetes. Tebu juga memliki manfaat untuk menjaga kesehatan kulit, dikarenakan tebu sendiri mengandung asam glikolik yang sangat bagus untuk menjaga kesehatan kulit terutama untuk menyembuhkan jerawat dan juga dapat menghilangkan bekas jerawat.
Beberapa olahan tebu yang menarik dan tentunya dapat menjadi rekomendasi untuk membuatnya di rumah sebagai cemilan maupun minuman yang tidak hanya dapat melepaskan dahaga tetapi memiliki banyak manfaat didalamnya. Jarang orang mengetahui ampas dari tebu yang umumnya hanya menjadi sampah kompos, ternyata salah besar. Ampas tebu dapat di inovasikan menjadi cemilan yang kaya akan manfaat contohnya kripik tebu, sangat menginspirasi untuk mencoba ceminal unik satu ini.
Umumnya tebu yang merupakan bahan baku pembuat gula sangat mudah untuk di jadikan manisan berupa permen tebu, walaupun cemilan satu ini mengandung gula yang sangat tinggi tetapi aman untuk di konsumsi karena mengandung indeks glikemik yang baik untuk mencegah kadar glukosa darah. Sari tebu dapat menghasilkan sirup yang memiliki rasa yang amat khas dan unik. Selain itu sirup tebu bukan hanya dapat menghilangkan dahaga tetapi kaya akan manfaat untuk melancarkan pencernaan.
Selanjutnya, olahan tebu yang jarang diketahui banyak orang, tetapi memiliki sejuta manfaat, yaitu teh tebu hitam. Minuman satu ini sangat disukai oleh khalayak umum khusunya di Sragen. Perpaduan teh yang memiliki aroma khas dipadukan dengan sari tebu hitam yang menciptakan rasa yang unik, apabila disajikan saat masih hangat maupun dingin. Tidak hanya itu manfaat yang terkandung dalam teh tebu dapat membantu melawan batu ginjal dan mencegah penuaan dini.
Untuk menelusuri informasi lebih dalam, saya akan melakukan wawancara terhadap petani tebu yang berada di desa Masaran Sragen, Jawa Tengah. Pada kesempatan kali ini saya mewawacarai petani tebu sekaligus pemilik lahan pertanian tebu, dengan Bapak Mardiyanto yang berusia 53 tahun.
Beliau mendirikan usaha pertanian tebu pada tahun 1992 dan memulai usaha sendiri, lalu dengan berkembangnya usaha beliau memakai sistem kerja sama dengan tenaga kerja yang berjumlah 30 orang. Beliau memiliki lahan perkebunan seluas 10 hektar. Alasan beliau memilih komoditi tebu untuk memulai usahanya dalam bidang pertanian, yaitu untuk memenuhi kebutuhan nasional gula di Indonesia sehingga beliau memilih tebu sebagai pekerjaan pertanian utama, dan beliau merupakan lulusan fakultas pertanian, sehingga beliau ingin melanjutkan usaha di bidang pertanian.
Lalu, opini beliau terhadap keunggulan usaha pertanian komoditi tebu di Sragen, yaitu petani lebih banyak memilih komoditi tebu dikarenakan minimnya kendala pada masa penanaman tebu, dan kemungkinan kecil mengalami gagal panen karena tanaman tebu tidak terdapat gangguan hama, dan penghasilan yang cukup memuaskan. Alasan utamanya, dikarenakan tebu merupakan jenis komoditi paling laku di pasaran setelah beras. Itulah yang menyebabkan tebu menjadi salah satu komoditi unggulan di Sragen. Harapan Pak Mardiyanto untuk pemerintah terhadap komoditi tebu untuk kedepannya, yaitu diharapkan harga gula pasaran dinaikkan dan distabilkan untuk mencapai kemakmuran usaha pertanian tebu, sehingga ke depannya semakin berkembang dalam harga pasar nasional. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kebun-tebu-hitam-di-Kota-Sragen-Jawa-Tengahgfdg67.jpg)