Berita Tegal
PLN Beri Bantuan ke Koperasi Tegal Manufaktur Indonesia
PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis) memberikan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis) memberikan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada Koperasi Tegal Manufaktur Indonesia (TMI).
Nominal bantuan yang diberikan tidak tanggung-tanggung yakni hampir menyentuh angka Rp 1 miliar atau tepatnya Rp 999.250.000.
Penyerahan bantuan program TJSL simbolis bertempat di UPTD Lingkungan Industri Kecil (LIK) Takaru Kabupaten Tegal, Selasa (13/6/2023).
Baca juga: BREAKING NEWS: YPM PNS Pemprov Jateng Ditahan Kasus Penipuan Arisan Online Hingga Miliaran Rupiah
Baca juga: Potret Sapi Bali Jadi Primadona Saat Idul Adha, Daging Lebih Banyak
Baca juga: Kisah Warga Kebumen Tergiur Gaya Hidup Mantan TKW Justru Tertipu Rp 120 Juta
General Manager PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis) Suroso menjelaskan, lewat program TJSL ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pihaknya kepada pelaku usaha mikro kecil (UMK) rantai pasok yang hal itu juga sangat dibutuhkan PLN.
Untuk bantuan yang diberikan yakni peralatan kerja berupa mesin Bending NC Press Brake HPPTK 200/3 sebesar Rp 749.250.000.
Mesin tersebut digunakan untuk membuat cetakan atau bentuk plat.
Jika biasanya UMK yang ada di LIK Takaru kesulitan mencetak atau membentuk plat, dengan alat tersebut nantinya akan lebih mudah karena mesin sudah otomatis.
"Dengan mesin Bending NC Press Brake HPPTK 200/3 ini, nantinya banyak yang bisa diproduksi oleh teman-teman yang tergabung di Koperasi Tegal Manufaktur Indonesia (TMI). Semisal kalau di peralatan listrik yaitu box untuk Kwh meter listrik, panel hubung listrik, dan lain-lain yang bisa diproduksi di sini (LIK Takaru)," jelas Suroso, pada Tribunjateng.com.
Tidak hanya memberikan bantuan mesin, lanjut Suroso, lewat program TJSL PLN Pusharlis juga memberikan bantuan untuk pelatihan software atau pelatihan kompetensi sumber daya manusia (SDM).
Bantuan berupa sertifikasi program Solid Work sebesar Rp 216.160.000, dan Tools Program Solid Work sebanyak Rp 33.840.000.
"Saya pikir bantuan kali ini merupakan hal khusus dan spesial yang diberikan kepada industri manufaktur kecil, karena selain untuk pemberian alat berupa mesin tapi ada pelatihan kompetensi sumber daya manusia (SDM) nya. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan omzet termasuk kompetensinya," ujar Suroso.
Ditanya apakah pemberian bantuan TJSL kepada Koperasi Tegal Manufaktur Indonesia (TMI) ada kaitannya dengan produksi kendaraan listrik, Suroso mengatakan untuk keterkaitannya sendiri masih cukup jauh karena rata-rata industri yang ada di LIK Takaru masih berskala kecil.
Namun, Suroso tidak menyangsikan kedepannya dengan peralatan ataupun bantuan mesin yang pihaknya berikan, bisa memproduksi bagian-bagian atau komponen yang ada di kendaraan listrik.
Terutama komponen atau bagian yang kecil-kecil di mobil seperti tie rod dan lain-lain.
"Tapi setidaknya ada yang bisa diproduksi dalam waktu dekat, yaitu seperti membuat box untuk Kwh meter listrik, panel hubung listrik, itu bisa dikerjakan di sini. Disamping itu, kami berharap kompetensi SDM nya juga meningkat," tutupnya. (dta)