Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kajen Setara

Sekda Kabupaten Pekalongan Akbar Minta Dinas Kesehatan Tekan AKI dan Stunting

Sekertaris Daerah Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar mendorong jajaran kesehatan dan stakeholder terkait yang ada di Kabupaten Pekalongan

Dok Prokompim Kabupaten Pekalongan
Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar saat menghadiri rapat penyusunan sistem kesehatan daerah (SKD) dan rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan deteksi dini preventif, respon penyakit, serta Penggalangan Komitmen Open Defecation Free (ODF) Kabupaten Pekalongan di Hotel Grand Dian Wiradesa. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sekertaris Daerah Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar mendorong jajaran kesehatan dan stakeholder terkait yang ada di Kabupaten Pekalongan, untuk aktif dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan permasalahan stunting yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Pihaknya memberikan perhatian terhadap kasus AKI di kabupaten selama tahun 2023.

"Hal ini harus segera dihentikan dan ditangani secara serius. Saya meminta, dalam rapat ini membahas upaya apa yang harus dilakukan dalam mengatasi masalah tersebut, karena merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait," kata Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar usai menghadiri rapat penyusunan sistem kesehatan daerah (SKD) dan rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan deteksi dini preventif, respon penyakit, serta Penggalangan Komitmen Open Defecation Free (ODF) Kabupaten Pekalongan di Hotel Grand Dian, saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (13/6/2023).

Akbar juga meminta agar hal ini menjadi perhatian serius dan mengajak semua pihak terlibat, termasuk dinas kesehatan, kepala puskesmas, dan stakeholder kesehatan lainnya, untuk merumuskan langkah-langkah khusus dalam menekan kasus AKI di Kabupaten Pekalongan.

Tidak hanya itu, pihaknya juga  menyoroti masalah stunting. Akbar mengajak, semua desa untuk bekerja sama dalam mengurangi angka stunting tersebut.

"Upaya penurunan angka stunting yang perlu diperbanyak dalam wujud tindakan nyata, dan bukan hanya sekedar seremonial."

"Program desa terkait stunting, ayo kita keroyok bareng-bareng. Lokus tahun 2023 ini ada 11 desa. Ini penting sekali, karena stunting juga salah satu program pusat dan korelasinya juga dengan kemiskinan esktrim," imbuhnya.

Kemudian, dalam rapat ini juga dibahas mengenai kasus gizi buruk. Bupati Fadia meminta, agar data terkait tindakan yang telah dilakukan terhadap anak-anak berkasus gizi buruk di Kabupaten Pekalongan dapat dikumpulkan berdasarkan nama dan alamat masing-masing anak.

"Kontrol dan monitoring juga harus dilakukan dengan ketat, terutama oleh camat di masing-masing wilayah. Saya juga menegaskan, bahwa program peningkatan gizi yang telah dilaksanakan selama ini harus dilaporkan secara rinci," tambahnya. (Dro)

Baca juga: Jadi Tren Fesyen, Arj88 Store Hadirkan Inovasi Koleksi Ready to Wear

Baca juga: Tersangka Kasus Penggelapan Uang Rp 2,5 Miliar Wajib Pajak Kendaraan Menyerahkan Diri ke Polisi

Baca juga: Sebulan Menghilang, Gadis SMP Ditemukan Tewas Dalam Karung, Dua Pemuda Diringkus

Baca juga: Video Armada Shuttle ke Masjid Raya Sheikh Zayyed Kurang, Pengelola Minta Ada Trayek Angkutan Khusus

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved