Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

ATS di Kabupaten Blora Masih Tinggi, Dindik Masih Perlu Intervensi 1.357 Anak

Anak yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA masih mendominasi angka permasalahan ATS di Blora dengan rata-rata lebih dari 50 persen.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AHMAD MUSTAKIM
Kabid Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Dindik Kabupaten Blora, Nuril Huda. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Blora masih tinggi dan menjadi masalah utama.

Tercatat, pada 2023 ini ada 5.002 anak yang terverifikasi ATS.

Dari jumlah tersebut, setidaknya ada 3.645 anak yang sudah kembali sekolah dan menyisakan 1.357 anak yang masih perlu intervensi.

Diketahui, anak yang tidak melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) masih mendominasi angka permasalahan tersebut dengan rata-rata lebih dari 50 persen.

Oleh karena itu, Dindik Kabupaten Blora berupaya menekan angka tersebut dan meningkatkan angka rata-rata lama sekolah dari 7 tahun menjadi 9 tahun.

Baca juga: Komisi B DPRD Blora Tindak Lanjuti Audiensi Dengan Penambang Sumur Tua Ledok

Baca juga: Gus Yasin Apresiasi Ponpes Al Muhibbin Blora, Didik Siswa SMP Melek Modernitas dan Agama

Kabid Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Dindik Kabupaten Blora, Nuril Huda mengungkapkan, tahun ini pihaknya berupaya meningkatkan angka rata-rata lama sekolah minimal menjadi 9 tahun.

Menurutnya, angka tersebut masih tergolong realisasi terdekat oleh pihaknya.

Pihaknya optimis tahun ini bisa menuntaskan permasalahan ATS itu.

‘’Dari 5.002 anak yang terverifikasi, saat ini tersisa 1.357 anak yang perlu kami intervensi."

"Artinya, sudah banyak yang kembali ke sekolah, namun masih ada 1.357 anak yang masih tidak sekolah," ucap Nuril Huda kepada Tribunjateng.com, Senin (26/6/2023).

Nuril Huda menerangkan, kebanyakan mereka putus sekolah saat hendak melanjutkan ke SMA dan lanjut bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

"Selain itu, ada 571 anak lainnya yang belum terverifikasi dan belum kami masukkan ke data yang perlu kami intervensi,’’ terang Nuril Huda.

Baca juga: Pemkab Blora Sulap Lahan Eks Sasana Bhakti Jadi Taman Kota

Baca juga: Komjen Pol Agus Andrianto Warga Blora Kini Jabat Wakapolri

Nuril Huda juga mengatakan, pihaknya juga akan mensosialisasikan ke pihak keluarga yang bersangkutan agar anak tersebut mau kembali ke bangku sekolah.

Selain itu, jika anak tidak ingin kembali ke sekolah formal, mereka bisa mengambil sekolah non formal atau kesetaraan.

‘’Banyak yang diupayakan tahun ini."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved