Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Jukut Rindik, Tumbuhan Bermanfaat Untuk Mengobati Gonorrhoea dan Rematik

Jukut Rindik, Tumbuhan Bermanfaat Untuk Mengobati Gonorrhoea dan Rematik

Tayang:
Editor: galih permadi
budi santoso/BKSDA Jateng
Jukut Rindik, Tumbuhan Bermanfaat Untuk Mengobati Gonorrhoea dan Rematik 

TRIBUNJATENG.COM - Jukut rindik atau Rumput wangi adalah tumbuhan yang memiliki nama latin Polygala paniculata L.

Ia termasuk tumbuhan semusim, ia bersasal dari biji yang tumbuh dan akan mati setelah mencapai dewasa atau 4-5 bulan setelah tumbuh.

Keluarga Polygalaceae ini pada beberapa daerah memiliki nama lain yaitu Rumput tujuh angin; Ki kumat, Jukut rindik, Jukut tikukur, Katumpang lemah, Ki kuwat, Ki cengceng, Ki cengreng, Ki clenceng, Ki tombe, Pace-pace, Sapuan, Sasapuan, Sirawung langit, Tombe (Sunda) dan Daafu nosng (Vietnam) (Heyne, 1987; Prosea, 1999 ). 

Morfologi

Jukut rindik merupakan tumbuhan semusim dengan tinggi dapat mencapai 50 cm, namun seringkali akan ditemukan dalam ukuran yang lebih pendek.

Akar dengan warna coklat terang dan memiliki aroma seperti balsem.

Batang biasanya bercabang-cabang banyak dengan bentuk silindris dan dengan banyak kelenjar-kelenjar yang bertangkai pendek.

Daun tunggal dengan susunan spiral, berbentuk linear hingga linear-lanset, berukuran 5−20×1−4 mm dengan ujung runcing dan tepi yang sedikit melekuk ke sisi abaksial.

Tandan seluruhnya terminal dengan panjang 2−15 cm dan biasanya dengan banyak bunga berwarna putih atau sedikit keunguan.

Panjang bunga antara 1.5−2 mm. Buah berupa kapsul dengan panjang sekitar 2 mm dan berbentuk jorong, berisi banyak biji berwarna gelap (Silalahi et al., 2019).

Habitat

Sering ditemukan di kawasan terbuka atau ladang yang sudah tidak diolah, lahan tak terpakai, namun diduga tidak mampu hidup pada daerah yang terlalu kering.

Kisaran elevasi untuk jenis ini mulai dari dataran rendah dekat laut hingga ketinggian 2250 m (Silalahi et al., 2019).

Jukut rindik seringkali dianggap sebagai gulma. Mudah ditemui di kebun, perkebunan tebu, savana, sepanjang tepi jalan, di perbukitan kering, di semak belukar dan di tepi hutan.

Kandungan 

Laporan Rijai (2013) menyatakan bahwa akar tumbuhan ini dipercaya dapat meningkatkan stamina dan juga beberapa hasil penelitian terhadap tumbuhan rumput remason terbukti memiliki potensi dalam bidang kefarmasian seperti sitotoksik atau antikanker, antibakteri, dan antimikotik, potensi herba rumput remason juga digambarkan melalui kandungan metabolit sekundernya yaitu mengandung alkaloid, flavanoid, tanin, saponin, dan steroid.

Beberapa penelitian tentang tumbuhan rumput remason telah dilakukan antara lain bahwa dari akar dan daun tumbuhan rumput remason telah diisolasi senyawa kumarin, xanthan, dan flavonol, dari hasil uji fitokimia dengan menggunakan pereaksisianidin test didapatkan bahwa pada batang dan akarnya terkandung senyawa flavonoid (Nadia, 2007 dalam Istiqomah et al., 2022).

Begitu pula penelitian yang telah dilakukan oleh Rijai (2013), adanya senyawa-senyawa tersebut memiliki efek antibakteri dan antijamur.

Serta flavonoid diketahui merupakan salah satu senyawa yang penting bagi interaksi tumbuhan dan lingkungan sekitarnya seperti mikroba, hewan dan juga tumbuhan lainnya (Mierziak et al.,2014). 

Manfaat 

Air rebusan dari Akar jukut rindik digunakan sebagai obat gonorrhoea dan sakit rematik.

Daunnya yang dihaluskan dapat pula digunakan untuk mengobati luka, namun penggunaannya harus dilakukan secara berhati-hati dikarenakan air atau sap nya dapat menyebabkan rasa perih apabila terkena mata (Valkenburg, 2002).

Menurut Rijai (2013), jukut rindik berpotensi sebagai anti kanker, anti bakteri, anti jamur dan anti mikroba.

Sebaran

Jukut rindik merupakan tumbuhan asli Amerika tropis, yaitu dari kawasan Meksiko hingga Brazil.

Pada abad ke-17, jenis ini diintroduksi ke Afrika tropis, Indo-Australia, dan Kepulauan Pasifik, termasuk Asia Tenggara (Valkenburg, 2002).

Sementara itu di Kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Pati Barat Jukut rindik dapat ditemukan di Cagar Alam (CA) Gunung Celering, CA Keling 1 ABC, CA Keling II/III dan CA Kembang yang semuanya ada di Kabupaten Jepara.   

Penulis

Budi Santoso (KPHK Pati Barat)

Wahyu Nur Khakim (Fabio Unsoed)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved