Sabtu, 23 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Begini Jawaban Bupati Arief Rohman Terkait 16 Poin Catatan DPRD Blora

Pemerintah Kabupaten Blora mengupayakan percepatan penyerapan anggaran pada tahun ini, terutama untuk realisasi fisik dan keuangan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: ahmad mustakim | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNMURIA/AHMAD MUSTAKIM
Bupati Arief Rohman menjawab pandangan umum Gabungan fraksi DPRD Blora terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022 saat rapat paripurna di Ruang Pertemuan DPRD Blora Senin (3/7/2023) 

Kontribusi BUMD dalam memberikan deviden kepada APBD Pemerintah Kabupaten Blora tahun 2022 adalah sebesar Rp 78.1 miliar atau sebesar 3,59 persen dari realisasi pendapatan tahun 2022. 

"Kontribusi ini akan terus kami dorong, yaitu salah satunya melalui penyertaan modal, dan yang lebih penting adalah penerapan GCG (Good Corporate Governance) dalam manajemen BUMD sehingga dapat berjalan efektif, efisien dan profesional," terangnya.

Baca juga: DPRD Blora Beri Masukan Rencana Aksi Daerah KLA, Berikut Catatannya

Tak hanya itu, upaya peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur selalu dilakukan, salah satunya menyiapkan tenaga bersertifikat dengan sertifikasi keterampilan kerja bidang jasa konstruksi tahun ini target 100 orang (jenjang 4 dan 5) bidang sipil.

Pada tahun anggaran 2023, pihaknya berusaha meningkatkan jembatan penghubung antar desa Sambongwangan, Gembyungan tersebut melalui mekanisme bantuan keuangan kepada desa.

"Infrastruktur jalan akan berdampak sangat signifikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami komitmen itu hal ini juga telah dibuktikan dengan adanya pinjaman daerah pada tahun 2022 yang difokuskan pada perbaikan dan peningkatan 15 ruas jalan di Blora," papar Arief Rohman.

Pada tahun anggaran 2023, pihaknya akan memperhatikan saran dari anggota DPRD Blora. Khususnya terkait peningkatan akses jalan Sonokidul sampai Kodokan, Kunduran sampai Nggoti dan Bakah sampai Blumbang. 

Pada tahun ini terdapat peningkatan jalan Kemiri-Sonokidul dengan pagu anggaran total Rp 500 juta. Sedang peningkatan jalan Kunduran-Bakah dengan alokasi anggaran total Rp 500 juta.

Dalam bidang kesehatan, tentu akan terus diupayakan peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat. Di antaranya dengan penambahan fasilitas rawat inap di Rumah Sakit dr. R. Soeprapto Cepu dan perbaikan sarana prasarana lainnya sehingga masyarakat bersedia berobat ke rumah sakit di Blora, dan pada akhirnya tentu akan berdampak juga untuk peningkatan PAD.

Dalam pengerjaan proyek-proyek lelang umum sering terjadi keterlambatan, hal ini dikarenakan proses perencanaan yang membutuhkan waktu dan penyiapan dokumen-dokumen administrasi.

"Di masa yang akan datang, kami akan mengembangkan dan mengelola kekhasan Blora dengan meningkatkan dan memberdayakan ekonomi kreatif, serta mengelola potensi wisata lokal sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan PAD," kata Arief Rohman.

Selanjutnya, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM telah melaksanakan pendampingan terkait produk-produk UKM, seperti halnya pendampingan untuk pengrajin handycraft dan mebel, selain itu juga telah dilakukan pelatihan-pelatihan baik dalam rangka peningkatan ketrampilan maupun manajemen usaha.

Dalam pengendalian hama tikus di tahun 2023 ini telah dialokasikan pengadaan RUBUHA (Rumah Burung Hantu) sebanyak 20 unit di Kecamatan Kedungtuban yang merupakan lokasi endemis hama tikus serta pengadaan Basmikus, pestisida yang berbentuk bom tikus. 

Diharapkan dengan adanya program tersebut dapat mengendalikan penggunaan jebakan listrik untuk mengurangi hama tikus.

Pengelolaan CSR Pertamina EP CPP Gundih merupakan wewenang dari perusahaan terkait. Namun melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2017 tentang tanggung jawab sosial perusahaan.

"Kami telah mengatur agar pelaksanaan CSR melalui program bina lingkungan dan sosial yang bertujuan mempertahankan fungsi lingkungan hidup dan pengelolaannya serta memberi bantuan langsung kepada masyarakat yang berada dalam wilayah sasaran dapat terlaksana dengan optimal."

"Ke depan kami akan terus berupaya menangani permasalahan sampah, di antaranya dengan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mulai memilah sampah dengan baik, yaitu antara sampah organik, anorganik dan sampah B3. Tentunya hal ini akan sangat baik dalam rangka menjaga kelestarian alam dan lingkungan Kabupaten Blora," tandas Arief Rohman. (Kim)

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved