Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ekonomi

Gelar Rupiah Borobudur Playon, BI Kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah

Bank Indonesia mengajak masyarakat Jawa Tengah lebih memahami makna Rupiah sebagai penggerak ekonomi melalui edukasi sistem pembayaran tunai dan non-t

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
Istimewa
Kegiatan lari Rupiah Borobudur Playon: Run for Charity 2023 yang diadakan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (8/7/2023).  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bank Indonesia mengajak masyarakat Jawa Tengah lebih memahami makna Rupiah sebagai penggerak ekonomi melalui edukasi sistem pembayaran tunai dan non-tunai.

Edukasi dilakukan dengan kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah yang digaungkan pada Rupiah Borobudur Playon: Run for Charity di Taman Lumbini, Taman Wisata Candi Borobudur, Sabtu (8/7/2023).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno; dan Kepala Perwakilan Bank Indonesa Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, serta turut dihadiri oleh Wakil Walikota Magelang, K H Drs M Mansyur M Ag; Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Fitria Irmi Triswati; Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Hari Widodo, dan penggiat gaya hidup sehat, Melanie Putria.

Pada gelaran wicara Bincang Milenial Paham Rupiah bertajuk Membangun Kesehatan Jasmani, Rohani dan Finansial, Hari menekankan bahwa kesehatan finansial dapat mendukung kesehatan jasmani dan rohani.

Hal tersebut dikampanyekan melalui Cinta Bangga Paham Rupiah. Pesan yang disampaikan antara lain, Cinta Rupiah dengan mengenali karateristik, merawat dan menjaga Rupiah; Bangga Rupiah dengan memahami rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan dan alat pemersatu bangsa.


Sementara itu, untuk pesan Paham Rupiah, Hari menekankan Rupiah sebagai alat penyimpanan. Pengunjung diajak bertransaksi secara bijak dengan membedakan kebutuhan dan keinginan dalam berbelanja dengan melakukan perencanaan keuangan.


"Bertransaksi bijak juga dapat dimaknai dengan menabung dan melakukan investasi untuk menyimpan nilai Rupiah di masa yang akan datang di lembaga keuangan resmi yang miliki izin dari otoritas terkait," katanya.


Sebagai penutup, Hari mengatakan bahwa membangun rasa Cinta Bangga Paham Rupiah artinya masyarakat berperan dalam menjaga kedaulatan negara dan pembangunan ekonomi bangsa.


Sejalan dengan hal tersebut, Fitria menyampaikan bahwa perkembangan global yang bergerak dengan cepat sehingga Bank Indonesia sebagai otoritas merespon dengan menyediakan infrastruktur pembayaran non-tunai.


Sistem pembayaran non-tunai bertujuan untuk menunjang keamanan dan kemudahan transaksi. Salah satu sistem pembayaran yang didorong adalah QRIS sebagai salah satu game changer dalam pembayaran digital. QRIS bertujuan untuk mengakselerasi inklusi ekonomi dan keuangan digital, termasuk memperkuat interkoneksi dan interoperabilitas sistem pembayaran.


Saat ini tercatat 184,29 juta transaksi atau tumbuh 152 persen (yoy) dengan nominal transaksi Rp18,08 T atau tumbuh 175 persen (yoy) dan akan terus didorong untuk tetap tumbuh.


Selain itu, QRIS dapat memfasilitasi masyarakat dalam melakukan pengelolaan keuangan karena tercatat secara digital baik bagi pengguna dan merchant.


Bagi merchant, QRIS dapat memperluas akses keuangan dengan membangun credit scoring dan meningkatkan pendapatan usaha bagi pedagang.


Milenial diajak untuk memanfaatkan potensi sistem pembayaran digital dalam perencanaan keuangan yang lebih terintegrasi, seperti kanal pembayaran tekini, QRIS, dengan disertai kesadaran akan keamanan bertransaksi digital.


Pada kesempatan yang sama, Mansyur menekankan pentingnya sehat jasmani, rohani dan finansial. Dalam upaya mendukung kesehatan jasmani, Pemerintah Kota Magelang membangun infrastruktur olahraga dan membina atlet potensial melalui KONI.


Sementara itu, dukungan terhadap kesehatan rohani dilakukan salah satunya dengan program Magelang Kota Agamis, yaitu pengembangan kampung religi. Selanjutnya, Mansyur menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Magelang terhadap kesehatan finansial melalui kerjasama antara pemerintah, instansi perbankan, instansi pendidikan dan pelaku usaha.


Kegiatan literasi dan edukasi digiatkan bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) melalui program Satu Rekening untuk Satu Pelajar (Kejar) untuk segmen pelajar guna mempersiapkan generasi muda melek keuangan dan investasi.


Dukungan terhadap UMKM dilakukan dengan program Magelang Kelurahan Entrepreneurship Center (Magelang Keren) dan program kredit UMKM bekerjasama dengan perbankan untuk meningkatkan kapabilitas dan skala bisnis UMKM.


Sementara itu, dalam hal tata kelola pemerintahan, Pemerintah Kota Magelang melakukan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah untuk penerimaan pajak dan retribusi melalui kanal-kanal pembayaran digital seperti QRIS. Mansyur menekankan bahwa perluasan sistem pembayaran digital sebagai kunci percepatan pertumbuhan ekonomi Kota Magelang.


Dalam kegiatan tersebut, Melanie mempromosikan gaya hidup sehat dengan menggaungkan Mens Sana In Corpore Sano yang memilki arti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.


Selain itu, Melanie mengajak para pengunjung, khususnya peserta Rupiah Borobudur Playon untuk melakukan perencanaan keuangan yang baik agar dapat mendukung kegemaran mengikuti kegiatan marathon lainnya.


Rupiah Borobudur Playon turut dimeriahkan oleh atlet lari nasional Elizar Ghamasi, Nugroho, Basunjaya dan Samson Karega Kamau dan 1.750 pelari lainnya dengan kategori lari 5K, 7K dan 10K.


Kegiatan tersebut ditutup dengan pemberian donasi kepada desa-desa di sekitar Borobudur untuk mendukung pembangunan akses air bersih, akses jalan, sarana ibadah dan sarana edukasi. Donasi yang terkumpul sebesar Rp149.769.400 dengan metode pengumpulan donasi melalui QRIS. Selain edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, masyarakat diajak merasakan langsung praktik pakai QRIS yang digunakan sebagai kanal pembayaran pada bazar UMKM.


Hal tersebut sebagai sarana untuk membiasakan masyarakat bertransaksi secara digital. Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah berharap rangkaian kegiatan yang dilakukan dapat menumbuhkan rasa Cinta Bangga Paham Rupiah kepada masyarakat sekitar. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved