Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kota Semarang

Ajak Kolaborasi, Mbak Ita Ingin Semarang Makin Dikenal

Pemerintah Kota Semarang terus melakukan sejumlah upaya demi menggenjot perekonomian melalui sektor pariwisata.

Editor: Muhammad Olies
(Istimewa)
Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menjadi keynote speaker dalam FGD Pembinaan Pelaku Usaha Jasa Hotel dan Restoran di Hotel Gumaya, Senin (10/7). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang terus melakukan sejumlah upaya demi menggenjot perekonomian melalui sektor pariwisata.

Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengajak semua stakeholder pariwisata untuk berkolaborasi demi mendatangkan wisatawan dan investasi di Kota Semarang.

“Kemarin saat saya ada acara dengan Menteri PUPR ke Korea Selatan, ternyata Semarang ini belum terlalu dikenal. Memang kalau secara tingkat nasional sudah dikenal tetapi belum menggigit. Maka perlu lebih dikenalkan, caranya dengan berkolaborasi,” ungkap Mbak Ita, panggilan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menjadi keynote speaker dalam FGD Pembinaan Pelaku Usaha Jasa Hotel dan Restoran di Hotel Gumaya, Senin (10/7).

Menurut Mbak Ita, seluruh pihak harus bergerak bersama tidak hanya berkaitan pariwisata saja namun juga perdagangan dan sektor jasa sesuai visi misi Kota Semarang.

Terlebih, Kota Semarang telah membranding diri sebagai Simpul Ekonomi Jawa, sehingga modal geografis ini menurut perlu dimaksimalkan demi meraih keuntungan ekonomi.

Sejauh ini kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang dengan pengusaha perhotelan dan restoran sudah berjalan namun diakuinya belum maksimal. Mbak Ita mencontohkan perlunya hotel-hotel membuatkan pojok UMKM di lobby hotel atau ruang lain sehingga menjadi promosi ke para tamu yang menginap.

"Saya melihat sudah ada beberapa hotel yang sudah melakukan itu untuk UMKM. Sebaliknya, Pemkot Semarang kalau ada kegiatan ya kita ajak pelaku hotel terlibat,” terangnya.

Baca juga: Mbak Ita Tekankan Pentingnya Kolaborasi Antarstakeholder dalam Pengelolaan Kota Lama

Baca juga: Semarang Siap Go Internasional, Promosi Wisata Akan Lebih Gencar

Untuk lebih mengenalkan Kota Semarang, Mbak Ita juga berharap promosi berupa pembuatan satu brosur untuk manca negara.

“Kita buat satu brosur tapi yang mencakup hotel, restoran lalu ada kolaborasi apa sih yang mendapatkan benefit dari seorang wisatawan dan pengusaha saat ke Kota Semarang,” imbuhnya.

Selain itu, perlunya pula pihak hotel melalui koneksi dan jaringannya turut mengenalkan Kota Semarang ke manca negara.

Tak hanya itu, pihaknya juga mulai memberikan tugas pada Disbudpar Kota Semarang untuk membentuk semacam badan promosi pariwisata Semarang.

“Memang harusnya ada badan pengelola pariwisata sehingga bisa menjadi partner disbudpar. Nah ini yang sedang disusun dan saya minta dari badan promosi pariwisata ini orang-orang dari hotel, restoran, agent travel. Pihak yang terlibat mereka yang benar-benar bergerak di bidangnya,” kata Mbak Ita.  

FGD Pembinaan Pelaku Usaha Jasa Hotel dan Restoran sedianya juga menjadi forum silaturahmi bagi 101 manajer hotel beserta PHRI dan IHGM Jawa Tengah. Di samping itu juga forum untuk mendiskusikan strategi dan program disbudpar dalam mengakselerasi kondisi ekonomi pariwisata dan kreatif di Kota Semarang

Kota Semarang pada bulan Agustus mendatang memiliki sejumlah kegiatan berskala nasional dan internasional.

Di antaranya event Asean Economic Ministers’ (AEM) and Related Meetings pada tanggal 17 hingga 22 Agustus 2023 dan Rakernas Ke-X JKPI (Jaringan Kota Pusaka Indonesia) pada tanggal 23 sampai 24 Agustus 2023.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved