Berita Kudus
Dandim Kudus: Kami Komitmen Bantu Pemerintah Atasi Stunting
Dandim 0722 Kudus Letkol Inf Andreas Yudhi Wibowo memastikan pihaknya komitmen untuk membantu pemerintah dalam mengatasi stunting.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNMURIA.COM, KUDUS – Dandim 0722 Kudus Letkol Inf Andreas Yudhi Wibowo memastikan pihaknya komitmen untuk membantu pemerintah dalam mengatasi stunting.
Hal itu diimplementasikan dalam berbagai kegiatan dan program dalam penanganan stunting di Kudus.
“Penanganan stunting itu tidak perlu situasional, tapi berkelanjutan. Perlu ada pendampingan secara terus menerus. Misalnya dalam beberapa kegiatan TMMD (TNI Manunggal membangun Desa) kami galakkan terkait penanganan stunting,” kata Yudhi.
Jelas, kata Yudhi, pihaknya siap untuk membantu pemerintah dalam penanganan stunting. Sebab dalam penanganan stunting pemerintah memiliki peran lebih besar karena memiliki anggaran.
“Yang bisa kami lakukan yaitu dengan mengajak sejumlah pihak untuk turut serta dalam penanganan stunting di Kudus,” kata Yudhi.
Selian itu pihaknya juga memberikan masukan kepada pemerintah setempat dalam penanganan stunting. Terbaru pihaknya mengusulkan agar bisa belajar dari Sukoharjo. Menurut Yudhi, penanganan stunting di Jawa Tengah yang dinilai paling berhasil yakni Sukoharjo dengan memberikan suplemen berbahan dasar alga yang dinilai efektif mengatasi masalah stunting.
“Yang terdekat dari Kudus, Jepara sudah sempat belajar ke Sukoharjo,” kata Yudhi.
Lebih dari itu, dalam penanganan stunting perlu adanya pendampingan dan pemberian suplemen yang sama dan kontinyu. Dari situ bisa dilihat hasilnya dalam tempo waktu tertentu. Apakah berhasil atau tidak, jika memang masih belum berhasil perlu evaluasi.
Untuk data stunting di Kudus tingkat prevalensinya balita 0 sampai 59 bulan di Kabupaten Kudus sampai pada Februari 2023 di Kecamatan Kaliwungu ada 204 anak stunting. Kemudian di Kecamatan Undaan ada 295 anak stunting, dan di Kecamatan Mejobo ada 102 anak stunting.
Selanjutnya untuk prevalensi stunting balita usia 0 sampai 59 bulan di Kecamatan Jekulo ada 297 anak, di Kecamatan Dawe ada 690 anak, dan di Kecamatan Gebog terdapat 789 anak stunting. Untuk Kecamatan Bae terdapat 101 anak stunting, di Kecamatan Kota ada 145 anak stunting, dan di Kecamatan Jati terdapat 297 anak stunting. (goz)
Baca juga: Optimalkan Kemampuan WBP, Lapas Batang Jalin Kemitraan Lintas Institusi
Baca juga: Napiter Lapas Tegal Ikrar NKRI, Darwis Husain Ceritakan Awal Mula Terdoktrin Paham Terorisme
Baca juga: KPU Karanganyar Serahkan Hasil Pleno Usulan PAW Anggota Dewan ke DPRD
Baca juga: Dua Hari Operasi Patuh Candi, Terjaring 9.023 Pelanggar, Dominasi Kena ETLE Mobile
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Andreas-Yudhi-Wibowo-2023.jpg)