Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

Kasus Obesitas di Kota Tegal Capai 11.644 Orang, dr Prima Beri Tips Cerdik dan Patuh

Kasus obesitas di Kota Tegal mencapai sebanyak 11.644 orang atau 9,6 persen dari total jumlah penduduk.

TRIBUNJATENG/Fajar Bahruddin Achmad
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr Sri Primawati Indraswari. 

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Kasus obesitas dalam satu bulan terakhir sedang ramai di pemberitaan setelah dua pria pengidap obesitas ekstrim meninggal dunia di Tangerang. 

Mereka adalah Cipto Raharjo (45) dengan berat badan 200 kilogram dan Muhammad Fajri (27) dengan berat badan 300 kilogram. 

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr Sri Primawati Indraswari memberikan,  edukasi dan tips kepada masyarakat agar sembuh serta terhindar dari obesitas. 

Baca juga: Cipto Pria Obesitas Berbobot 200 Kg Meninggal Setelah 8 Hari Dirawat di RSCM, Dimakamkan di Tegal

Dokter Prima sapaan akrabnya mengatakan, obesitas atau kegemukan adalah penumpukan lemak yang berlebihan akibat tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran makanan dalam waktu lama. 

Ada beberapa faktor penyebab obesitas, yaitu faktor genetik atau keturunan dengan persentase 30 persen.

Faktor lifestyle atau gaya hidup, seperti malas gerak, suka ngemil dan suka mengonsumsi fastfood.

Faktor psikis atau stres yang pelampiasannya makan banyak, faktor obat, dan faktor penyakit. 

"Gejala yang sering timbul, antara lain suka mendengkur, nyeri punggung, nyeri sendi, ngantukan hingga susah nafas," katanya kepada tribunjateng.com, Jumat (21/7/2023).

Prima menjelaskan, berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI pada 2018, terjadi peningkatan kasus obesitas sebanyak 7 persen.

Di Kota Tegal sendiri, kasus obesitas tercatat sebanyak 11.644 orang atau 9,6 persen dari total jumlah penduduk. 

Angka tersebut diperoleh setelah dilakukan screening terhadap sebanyak 121.253 orang. 

Kebanyakan pengidapnya adalah perempuan. 

Pihaknya secara rutin terus melakukan screening obesitas melalui poswindu dan puskesmas. 

"Angka ini masih bisa bertambah karena screening kesehatan akan terus dilakukan di masyarakat, baik melalui poswindu maupun puskesmas," ujarnya.

Menurut Prima, obesitas memiliki faktor risiko yang tinggi terhadap penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, hipertensi, ginjal hingga diabetes melitus.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved