Berita Semarang
Kisah Pasutri Relakan Rumah Disulap Jadi Sekolah, PAUD Patra Sutera Semarang Rusak Dihantam Rob
Aktivitas belajar mengajar sekira 20 siswa PAUD dilakukan di rumah ketua RW 16 Tambakrejo Semarang karena bangunan asal terendam rob.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Napas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Tambakrejo Semarang terus berhembus.
Di tengah keterbatasan bangunan yang terendam rob, aktivitas pembelajaran tetap berlangsung.
Matahari belum begitu terik saat Tribunjateng.com tiba di rumah Kepala RW 16 Tambakrejo.
Pemiliknya bernama Slamet Riyadi dan Sittatun.
Di sana, puluhan anak usia dini berbaris mengikuti arahan guru.
Sesekali, orangtua ikut menata barisan anak yang kurang lurus.
Baca juga: Warga Belanda Ini Cari Tahu Masa Lalu Ayahnya di Panti Asuhan Semarang 1936
Rumah itu merupakan tempat belajar sementara bagi kelompok PAUD Patra Sutera Semarang.
Aktivitas pembelajaran dilakukan setiap Senin, Rabu, dan Jumat.
Slamet dan Sittatun rela menyulap ruang tamu rumahnya menjadi tempat belajar khas anak-anak.
Di ruang berukuran 4x6 meter, pasangan suami istri (pasutri) itu hanya memiliki wadah pembelajaran terbatas.
Mulai dari besi panjat berbentuk lingkaran, ayunan, mangkuk putar, dan perosotan.
Peralatan itu, mereka selamatkan dari rob yang menggenang di gedung PAUD sejak 2020.
Ketua RW 16 Tambakrejo Semarang, Slamet mengatakan, aktivitas belajar mengajar siswa PAUD di rumahnya, dilakukan 3 kali dalam seminggu.
"Kalau di sini ada 20 siswa."
"Pembelajaran selama 3 hari, karena gurunya cuma satu."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/anak-paud-patra-sutera-semarang.jpg)