Berita Nasional
Dr Aqua Dwipayana: Komunikasi Senjata Utama bagi Polisi
Dr Aqua Dwipayana: Komunikasi Senjata Utama bagi Polisi dan Munculnya Masalah Seringkali Juga Karena Komunikasi
Amanah sebagai anggota polisi dan TNI, ujar Dr Aqua Dwipayana, sebaiknya dimanfaat sebaik-baiknya dengan menghargai semua orang. Sehingga semuanya merasa nyaman saat bekomunikasi.
Selain itu, tambah Dr Aqua Dwipayana, masyarakat tidak ragu-ragu menyampaikan berbagai informasi kepada anggota polisi dan TNI. Sedikit banyak info yang disampaikan mereka bermanfaat personil yang bekerja di dua institusi itu.
Kedua adalah sikap “empathy” (empati). Semua anggota polisi dan TNI harus bisa merasakan yang dirasakan orang lain. Ini juga penting buat para komandan kepada seluruh anggotanya.
“Upayakan bisa merasakan yang dialami orang lain. Dengan begitu semuanya merasa nyaman. Apalagi kalau kemudian dapat membantu mengatasi kesulitan mereka,” tutur Dr Aqua Dwipayana.
Ketiga, tambah pria yang hobi berteman ini adalah Audible atau dapat dimengerti yaitu semua yang disampaikan dengan mudah dipahami seluruh orang meski latar belakang termasuk pendidikannya berbeda-beda.
Untuk melengkapi itu, lanjut pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara pada 23 Januari 1970 ini maka perlu yang keempat yakni Clarity atau penyampaiannya menggunakan kalimat terbuka dan sederhana. Terakhir adalah Humble atau rendah hati, tidak ada yang perlu disombongkan. REACH akan sangat berarti jika dilengkapi dengan huruf ‘A’ dan ‘C’ yakni Action dan Consistency atau Tindakan nyata dan cepat serta Konsistensi dalam pelaksanaannya.
*Penting Dilakukan Menjelang Pemilu*
Menurut Dr Aqua Dwipayana menjelang pelaksanaan pesta demokrasi di Tanah Air pada 2024 kepada anggota Polri dan TNI perlu diberikan pelatihan dan pendidikan untuk pengamanan pemilu. Kegiatan ini meliputi aspek hukum terkait pemilu, etika dan profesionalisme dalam tugas-tugas pemilu, serta taktik dan strategi saat penanganan situasi-situasi khusus ketika pemilu berlangsung.
Kemudian lanjut Dr Aqua Dwipayana, memberikan pengetahuan tentang proses pemilu. Anggota Polri dan TNI harus mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang proses pemilu, termasuk peraturan dan tata cara pelaksanaan pemilu. Mereka perlu mengetahui tahapan-tahapan pemilu, tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta potensi masalah dan tantangan yang mungkin terjadi selama pemilu.
Selanjutnya ujar Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik ini adalah penanganan konflik dan keamanan. Anggota Polri dan TNI perlu dilatih dalam penanganan konflik dan pemeliharaan keamanan selama masa kampanye dan pemilu berlangsung. Mereka harus mampu mengidentifikasi potensi ancaman dan risiko keamanan, serta dapat merespon secara cepat dan tepat jika terjadi gangguan keamanan.
Berikutnya kata Dr Aqua Dwipayana, anggota Polri dan TNI harus menjalin kerjasama yang erat dengan instansi terkait lainnya, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Koordinasi yang baik antarinstansi dapat memastikan kelancaran proses pemilu dan penanganan masalah yang mungkin muncul.
"Anggota Polri dan TNI agar optimal memanfaatkan teknologi dan sistem informasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas tugas dalam pemilu. Misalnya, penggunaan sistem pelaporan online untuk pencatatan insiden, pemantauan, dan analisis data," ungkap Dr Aqua Dwipayana.
Selain itu, lanjut pria yang hobi membaca ini, harus siap menghadapi dan menangani berbagai bentuk pelanggaran pemilu, termasuk pelanggaran kampanye, politik uang, intimidasi pemilih, dan kecurangan lainnya. Langkah-langkah penegakan hukum yang tegas dan adil harus diterapkan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan pemilu.
Di samping itu menurut Dr Aqua Dwipayana, anggota Polri dan TNI perlu meningkatkan hubungan dengan masyarakat. Melibatkan masyarakat dalam kampanye keamanan pemilu dan menggali informasi terkait potensi gangguan keamanan akan membantu mengoptimalkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban selama pemilu.
"Juga harus memiliki rencana darurat untuk menghadapi kemungkinan situasi darurat yang berpotensi terjadi selama pemilu, seperti kerusuhan atau gangguan keamanan lainnya. Hal itu sebagai langkah antisipasi," ucap pria yang tinggal di Bogor, Jawa Barat ini.
Setelah semuanya dilaksanakan Dr Aqua berpesan agar jangan lupa melakukan evaluasi menyeluruh. Ini sangat penting sebagai pembelajaran jika melakukan hal yang sama di tahun-tahun mendatang.***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/aqua-peklongan23.jpg)