Berita Semarang
Ini Alasan Mbak Ita Pilih Menu Nasi Goreng untuk Lomba Masak di Semarang, Catat Tanggalnya!
Lomba memasak nasi goreng menjadi satu di antara sejumlah rangkaian lomba peringatan HUT ke-78 RI di Kota Semarang
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lomba memasak nasi goreng menjadi satu di antara sejumlah rangkaian lomba peringatan HUT ke-78 RI di Kota Semarang.
Semarak lomba sangat terasa di setiap RT. Tak hanya lomba masak secara langsung, dokumentasi video masak nasi goreng beserta yel-yel juga turut dilombakan dengan diunggah melalui akun Youtube.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, hingga kini sudah ada 7.100 kelompok dari 177 kelurahan yang telah mengikuti lomba serta mengunggah video masak nasi goreng.
Baca juga: Pengakuan Pria Kebumen yang Sekap 53 Wanita untuk Bekerja di Karaoke, Polisi Temukan 120 KTP
Baca juga: Kecelakaan Tabrak Mobil Menyeberang, Driver Ojol Tewas saat Dilarikan ke Rumah Sakit
Rencananya, akan diambil 177 dari setiap kelurahan untuk mengikuti final lomba masak nasi goreng di Jalan Pemuda pada 27 Agustus mendatang.
Hadiah berupa uang pembinaan.
"Masing-masing ada juara, termasuk yel-yel dan video di medsos akan kami beri hadiah. Ibu-ibu semangat melakukan yel-yel masa tidak dinilai," terang Ita, sapaannya, saat pembukaan rangkaian kegiatan HUT ke-78 RI, di Halaman Balai Kota Semarang, Jumat (28/7/2023).
Ita mengungkapkan alasan memilih menu nasi goreng untuk perlombaan ini.
Menurutnya, memasak nasi goreng terbilang mudah. Mayoritas orang juga doyan makanan tersebut.
"Itu sebenarnya lebih bagaimana mengajak masyarakat atau ibu-ibu cinta masak. Sekarang banyak euforia orang pesan online. Bagaimana mengajak ibu-ibu bisa memasak di rumah. Yg paling mudah nasi goreng," ujarnya.
Ita melanjutkan, bahan untuk membuat nasi goreng juga mudah ditemukan.
Dalam perlombaan ini masyarakat diminta menggunakan bahan dari hasil urban farming.
Sehingga, lomba ini juga bagian dari menggalakan pertanian perkotaan.
"Kami harap mulai melakukan kegiatan pertanian perkotaan. Filosofinya, ibu-ibuĀ kembali lagi memasak, mengambil bahan dari sekitar lingkungan rumah kita," paparnya.
Selain itu, sambung dia, menu nasi goreng juga mudah dipadukan dengan berbagai lauk pauk, diantaranya telur, ayam, daging, maupun ikan.
Sehingga, satu piring nasi goreng sudah mengandung karbohidrat, protein, hingga vitamin.
Adapun perlombaan ini, peserta merupakan kelompok. Setiap peserta wajib mengunggah video memasak di akun Youtube mulai mendapatkan bahan dari hasil urban farming hingga proses memasak.
Peserta terbaik di tingkat RT akan mewakili kelurahan untuk bertanding final pada puncak peringatan HUT ke-78 RI di Kota Semarang. (eyf)
Pemkot Semarang Wajibkan ASN Jadi Anggota KKMP, Wali Kota: Akan Dipantau Kepala Dinas dan Kabag |
![]() |
---|
Sosok Rohmat Sukur, Warga Semarang Terlibat Penculikan Kacab Bank BUMN: Sering Nyupiri Bos |
![]() |
---|
2.800 Mahasiswa Baru Polines Satukan Semangat Lewat Outbound Training |
![]() |
---|
Irwan Hidayat Tekankan Integritas dan Akal Budi di Hadapan Mahasiswa Baru Universitas Telogorejo |
![]() |
---|
Harga Emas Antam Hari Ini di Kota Semarang Kamis 28 Agustus 2025, Naik Rp 4.000 per Gram |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.