Berita Nasional
Fenomena Supermoon Bisa Terlihat di Indonesia pada 1 Agustus 2023, Ini Dampaknya
Fenomena supermoon yang menyebabkan langit malam menjadi lebih terang dari biasanya, bisa terlihat dari Indonesia.
“Untuk tahun 2023 ini, supermoon akan terjadi di 3 Juli, 1 Agustus, 31 Agustus, dan 29 September,” sebut Clara.
Menurutnya, supermoon tidak akan berdampak bahaya bagi Bumi dan Indonesia.
“Tetapi mungkin akan ada perubahan pada pasang surut air laut,” tuturnya.
3. Disebut juga dengan sturgeon moon
Supermoon yang terjadi pada 1 Agustus 2023 mempunyai nama lain, yakni sturgeon moon.
Dilansir dari Almanac, istilah supermoon yang secara tradisional disebut dengan sturgeon moon berasal dari The Old Farmer’s Almanac.
Disebut dengan sturgeon moon, karena ikan sturgeon raksasa di Great Lakes dan Lake Champlain di Amerika Utara paling mudah ditangkap selama musim panas atau pada sekitar tanggal tersebut.
Ikan sturgeon diperkirakan sudah hidup sekitar 136 juta tahun lalu atau sejak masa prasejarah. Oleh karena itu, ikan ini sering disebut dengan "fosil hidup”.
4. Istilah supermoon tidak berasal dari astronomi
Dilansir dari Space, istilah “supermoon” tidak berasal dari astronomi, melainkan dari astrologi bidang pseudoscientific.
Bidang itu mempelajari dan membahas tentang pergerakaan benda langit untuk membuat prediksi mengenai perilaku dan peristiwa manusia.
Istilah tersebut pertama kali disebutkan dalam artikel pada 1979 untuk majalah Dell Horoscope oleh Richard Nolle.
Nolle mendefinisikan supermoon sebagai bulan baru atau bulan purnama yang terjadi dengan bulan di posisi terdekat dengan Bumi dalam orbit tertentu.
Namun, baru beberapa tahun terakhir ini, istilah supermoon lebih sering diperbicangkan masyarakat yang dimulai sekitar 2004.
5. Gravitasi penyebab orbit bulan berbentuk elips
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/supermoon-2_20161115_223800.jpg)