Terduga Teroris Solo Raya
Sosok S Dibalik Penangkapan Terduga Teroris Solo Raya, Murid Dr Azahari Sebagai Simpatisan ISIS
S sebagai ketua kelompok jaringan teroris Solo Raya, masih termasuk dalam jaringan pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung, Agus Muslim.
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Dari serangkaian penangkapan terduga teroris beberapa hari terakhir ini di Solo Raya akhirnya dibuka oleh Mabes Polri.
Hingga saat ini total ada 5 orang yang ditangkap di wilayah tersebut.
Termasuk ketua kelompok di wilayah tersebut, berinisial S.
Bahkan S disebut polisi adalah sosok yang memang ahli dalam merakit bom.
Dia adalah anak didik dari dr Azahari.
Baca juga: Waspada! 2 Kotak Amal Bertuliskan Ini Disebar Teroris Buat Biayai Serangan ke Polresta Solo
Ketua kelompok teroris di Kota Surakarta dan sekitarnya berinisial S ditangkap Densus 88.
S masih termasuk dalam jaringan pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung, Agus Muslim.
Di Solo Raya, S berperan menjadi ketua kelompok atau disebut amir kelompok kecil.
PPID Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Kombes Pol Aswin Siregar menjelaskan, S belajar merakit bom sudah lama.
"S ini adalah keturunan atau anak didik dari dedengkot ahli bom dan teror."
"Dia adalah dr Azahari," terangnya seperti dilansir dari TribunSolo.com, Jumat (4/8/2023).
Dokter Azahari ini punya kader.
Kadernya inilah guru dari S.
S sudah lama berlatih membuat bahan-bahan, membuat switching, membuat paketnya, hingga seseorang pelaku bom bunuh diri siap.
"Dalam kasus bom Astana Anyar, S bahkan mengantar sendiri, mengirim sendiri, barang paket yang akan di ledakan tersebut kepada AM," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Foto-tersangka-terorisme-yang-berkaitan-dengan-bom-bunuh-diri-di-Polsek-Astana-Anyar.jpg)