Berita Kriminal
Kumpul Kebo Berujung Maut, Janda Muda Berduka Usai Bayinya Tewas Dianiaya Pacar
Kumpul kebo di kos-kosan berujung duka bagi seorang janda muda Riski (23). Bayinya yang berusia 11 bulan.
"Terus dia (Ibu korban) bilang biar mi kenapa kau urusi saya, jadi saya tidak bisa juga larang karena ibunya," kata Riska Dia mengatakan, berdasarkan pengakuan Riski, ibu korban.
Anaknya dipukul oleh pelaku hingga punggungnya korban merah dan memar di bagian kepala.
"Lukanya di belakang punggung sama bagian telinga sama kayak ada bekas benturan di atas alis," tuturnya.
Dia mengaku motif pelaku menganiaya ponakannya diduga karena kesal. Ponakannya nakal dan rewel.
"Dianaya karena gara-gara rewel dan nakal tapi kan namanya juga anak-anak pasti aktifkan, tidak mungkin tidak (aktif)," imbuhnya.
Akibat peristiwa ini, adiknya mengalami trauma karena anaknya tewas.
Hingga sang adik sulit diajak komunikasi.
"Mamanya trauma jadi agak sulit diajak komunikasi karena kalau ditanya kayak orang bingung," tandasnya.
Dia pun berharap polisi segera menangkap pelaku karena membuat ponakannya tewas setelah dianiaya.
"Harapannya kasus ini tetap dilanjut (proses hukum) biar didapat pelakunya, kalau anaknya (pelaku M) tidak didapat biar orangtuanya dulu ditahan biar anaknya muncul (menyerahkan diri)." tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang bayi berusia 11 bulan berinsial MAF di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikabarkan meninggal dunia akibat dianiaya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh KOMPAS.com, MAF meregang nyawa setelah dianiaya oleh pacar ibu korban berinisial M.
Awalnya ibu korban, Riski (23) diduga bertengkar dengan pacarnya berinisial M.
Sedangkan korban, saat kejadian posisinya sementara digendong oleh ibunya.
Korban mengalami luka di bagian kepala dan memar pada bagian punggungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-penganiayaan-1.jpg)