Berita Tegal
Kata Bupati Tegal Soal Seleksi Calon Sekda Banyak Peminatnya
Bupati Tegal Umi Azizah, memberikan tanggapannya terkait proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal yang saat ini masih berproses
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal Umi Azizah, memberikan tanggapannya terkait proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal yang saat ini masih berproses dan sudah ada 10 kandidat lolos pada seleksi administrasi.
Adapun seperti yang diketahui, panitia seleksi (pansel) penerimaan calon Sekda Kabupaten Tegal sudah membuka pendaftaran sejak 17 Juli 2023 lalu.
Hasilnya semua yang mencalonkan diri yakni sebanyak 10 orang dinyatakan lolos pada seleksi administrasi dan maju ke tahap berikutnya.
Merespon hal itu, Bupati Tegal Umi Azizah, mengungkapkan bahwa bukan hanya Sekda Kabupaten Tegal saja yang akan selesai masa jabatannya pada Oktober 2023 ini.
Melainkan, masa jabatan dirinya juga akan selesai pada akhir tahun tepatnya Desember 2023 mendatang.
Sehingga dikatakan Umi, mengacu pada ketentuan yang ada dan berdasarkan konsultasi kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sebelum Sekda maupun Kepala Daerah (Bupati) purna, maka jabatan Sekda harus diisi terlebih dahulu.
"Saya bulan Desember 2023 selesai, pak Sekda Oktober, sementara tahun 2024 akan ada gawe besar mulai pemilihan legislatif (Pileg), pemilihan presiden (Pilpres), pemilihan bupati, gubernur dan lain-lain. Sehingga saya sebagai pengampu kebijakan keinginan terbesarnya yakni semua persoalan sudah selesai," ungkap Umi, pada Tribunjateng.com,
Kamis (10/8/2023).
Sesuai aturan, lanjut Umi, memang harus demikian yaitu jabatan sekda harus diisi terlebih dahulu.
Selain Sekda dan Bupati yang sebentar lagi purna tugas, beberapa kepala OPD di Kabupaten Tegal juga ada yang pensiun, seperti Kepala Badan Kesbangpol, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Bapenda, hingga staf ahli.
Maka Bupati Umi berkomitmen, sebelum dirinya tidak aktif lagi atau off di bulan Desember, jabatan yang kosong sudah terisi semuanya.
Sehingga, pemerintahan bisa berjalan dengan bagus, lancar sambil mempersiapkan mental bagi yang ingin mengisi kekosongan ketika sudah menduduki jabatan.
"Ya semua proses ini suatu hal yang biasa dilakukan pemerintah daerah. Bergantinya Sekda juga bukan tentang penyegaran, melainkan jabatan tersebut memang kosong dan harus diisi," tegasnya.
Dikatakan Umi, sampai saat ini mereka (calon Sekda) sedang berproses dari mulai seleksi administrasi yang peminatnya cukup tinggi karena ada 10 orang mencalonkan diri.
Mengetahui adanya minat yang cukup tinggi pada seleksi calon Sekda, Umi memandang hal itu menunjukkan iklim sehat di Kabupaten Tegal.
Dengan kata lain, calon sekda tidak memiliki pandangan bahwa siapa yang memiliki banyak uang, siapa yang dekat dengan Bupati, ataupun Bupati sudah ada jagoan sendiri.