Viral Ibukota Semarang Pindah
Penjelasan Sekda Soal Ibukota Semarang Pindah Ke Mijen hingga Desainnya Viral di Medsos
Kabar mengenai pemindahan ibu kota Semarang dari Semarang Tengah ke wilayah Mijen telah menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kabar mengenai pemindahan ibu kota Semarang dari Semarang Tengah ke wilayah Mijen telah menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Rencana pembangunan Balai Kota Semarang di Mijen telah diposting oleh akun Instagram @skyscrapercitysemarang beberapa hari yang lalu, dan desainnya menjadi viral.
Dalam masterplan tersebut, terdapat berbagai fasilitas termasuk gor, ruang terbuka hijau, dan kawasan perkantoran yang dirancang untuk menjadi pusat pemerintahan baru.
Menanggapi berita ini, Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin menjelaskan bahwa rencana pemindahan kantor Pemerintah Kota Semarang ke Mijen memang telah ada sebelumnya.

Pemerintah Kota Semarang memiliki lahan di sekitar BSB City yang dianggap potensial untuk menjadi ibu kota baru Semarang.
Meskipun desain dan rencana sudah ada, Iswar mengingatkan bahwa pemindahan kantor pemerintahan tidak bisa dilakukan dengan mudah.
Hal ini membutuhkan sumber daya yang besar dan anggaran daerah yang cukup signifikan.
Pemerintah Kota Semarang sudah merencanakan pembangunan kantor pemerintahan di Mijen, tetapi realisasi bergantung pada kemampuan keuangan daerah.

Iswar juga mengungkapkan bahwa mereka telah mempersiapkan detail engineering design (DED) untuk pembangunan masjid raya di sekitar wilayah Mijen.
Menurutnya, masjid ini akan membantu meningkatkan aktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Mijen dan sekitarnya.
Namun, pemindahan kantor pemerintahan akan menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah, mengungkapkan bahwa anggaran awal untuk pembangunan masjid raya di Mijen sekitar Rp 10 miliar.
Pembangunan masjid ini merupakan tahap awal yang mencakup penataan lahan dan pondasi. Total luas lahan yang tersedia adalah sekitar 2,5 hektar, dengan konsep green building.
Irwansyah memperkirakan bahwa total anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan masjid adalah sekitar Rp 150 miliar.
Namun, hanya Rp 10 miliar yang dialokasikan untuk tahun ini, sementara sisanya akan dibangun secara bertahap sesuai dengan anggaran yang tersedia.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.