Stikes Telogorejo Semarang
Deteksi Dini Gagal Ginjal Akut Pada Anak
Anak merupakan aset masa depan yang berharga untuk bangsa. Anak harus mampu tumbuh dan berkembang dengan baik secara fisik, mental, maupun psikosial.
Disusun Oleh Ns. Danny Putri Sulistyaningrum, M.Kep., Sp.Kep.MB (Dosen D-3 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang)
Anak merupakan aset masa depan yang berharga untuk bangsa. Anak harus mampu tumbuh dan berkembang dengan baik secara fisik, mental, maupun psikosial. Namun akhir – akhir ini di Indonesia dihebohkan dengan munculnya kasus gagal ginjal akut misterius pada anak.
UPK Kemenkes RI (2022) pada tanggal 18 Oktober 2022 menyatakan bahwa kasus gagal ginjal akut di Indonesia terjadi pada anak usia 1 – 5 tahun dengan jumlah 189 kasus. Sehingga ini menjadikan sorotan untuk kita waspadai.
Gagal ginjal akut adalah penyakit yang mengenai organ ginjal dan ditandai dengan menurunnya laju filtrasi ginjal secara tiba – tiba yang terjadi kurang dari 3 bulan.
Tanda gejala lain yang muncul adalah menurunnya jumlah produksi air kencing, diare, mual muntah, demam lebih dari 3 hari, dan kadang disertai dengan batuk pilek. Selain itu hasil laboratorium menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kadar kreatinin serum.
Fenomena kasus ini tentunya menjadikan orang tua ikut mewaspadai apabila anaknya menunjukkan tanda gejala gagal ginjal akut. Orangtua diharapkan tidak berspekulasi sendiri dan segera membawa ke fasilitas Kesehatan terdekat.
Orangtua wajib memonitor jumlah dan warna air kencing per hari nya serta pastikan anak diberikan air putih dalam jumlah yang cukup.
Lebih lanjut apabila anak harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, maka anak akan dilakukan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang dapat berupa pemeriksaan darah, pemeriksaan air kencing, maupun USG ginjal. Selain itu juga akan dilakukan monitoring terkait keseimbangan cairan, tingkat kesadaran, status pernapasan, maupun tekanan darah.
Kondisi gagal ginjal akut apabila mendapatkan penatalaksanaan dengan baik dan tepat, maka fungsi ginjal dapat kembali ke semula, artinya anak akan sembuh.
Namun apabila gagal ginjal anak tidak mendapatkan penatalaksanaan dengan baik, maka dapat menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang dapat ditimbulkan antara lain bengkak, sesak napas, pusing, penurunan kesadaran, bahkan terjadi gagal ginjal kronik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ilustrasi-kasus-gagal-ginjal-akut-misterius-pada-anakfds435r.jpg)